Sunday, 13 December 2015

Rumput Tetangga dan Cucian

Ada sebuah cerita, seorang ibu muda selalu nggosip ketika melihat cucian tetangga samping rumah yg kelihatan kusam. Tiap pagi dia menengok lewat kaca jendela kamarnya dan selalu komplain atas ketidak bersihan cucian-cucian mama muda yg tinggal di samping rumahnya.
Kemudian suatu pagi dia mendapati cucian tetangganya yg jauuuh lebih bersih dan sangat bersih dibanding hari hari sebelumnya. Dan itu dia ceritakan oada suaminya, bahwa sydah ada peningkatan kebersihan cucian milik tetangganya. Sampai pada akhirnya dia tersadar saat suaminya bilang : "itu bukan karena tetangga kita yg g becus nyuci sehingga kelihatan kotor, tetapi karena pagi pagi tadi aku membersihakn kaca jendela rumah kita yang sudah waktunya dibersihkan dan kita tak punya waktu untuk itu"......

Kadang kita juga sibuk mem" benchmark" bikin acuan untuk menilai diri kita dengan acuan orang lain atau sebaliknya. Kita sibuk menilai bahwa rumput tetangga lebih hijau, tetapi lupa bahwa kita punya rumput yang lebih hijau dirumah.
Diatas langit ada langit, diatas plafon rumah saya ada  atap dan seterusnya.
Saat saya mendaki gunung sampek puncak, saya merasa sudah diatas paling atas, bahkan diatas banyak pesawat yg berlalu lalang dibawah puncak gunung, padahal para penumpang pesawat berfikir bahwa dialah saat ini yang paling puncak.
Terkadang lupa.. Kita seharusnya membechmark dan mengukur diri kita seperti yang telah dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW, membandingkan diri kita dengan diri kita sendiri pada keadaan sebelumnya.
Hari ini harus lebih baik dari kemaren, hari besok harus lebih baik dari hari ini.

Apakah hari ini kalian lebih baik dari hari kemaren, kisanak?

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...