Saturday, 7 February 2015

Komodifikasi Agama, Sebuah kesimpulan prematur liberalis

Kemaren, sempat membaca di wall salah seorang teman tentang sumpah serapah seorang netizen, yg tak rela agamanya dijual atas nama uang dan kapitalisasi. Tulisan dan pemikiran yang menurut saya cenderung Liberal dan terlalu kentara terlihat penyesatan nya, menurut saya.

Betapa tidak, hanya dengan berbekal fakta secuil bahwa pernah melihat  orang orang desa yang di telantarkan di bandara, dan mereka disuruh ikhlas menerima ( oleh biro jasa yang mengaku syar'i) karena itulah esensi dari ibadah umroh , penulis itu mengatakan bahwa terjadi komodifikasi agama dan sumpah serapah.

Dan juga berbekal fakta bahwa temennya gagal bayar di sebuah jasa keuangan yang kebetulan mengaku BMT syariah, rumahnya kemudian di sita, kemudian menyalahkan ghirah yg ada dalam mesyarakat untuk menampilkan jasa keuangan syariah dalam perbankan.

dan sejumlah fakta secuil dari jutaan fakta yang tidak diungkap bahwa semangat ber-Islam dalam segala aspek sudah mulai bangkit di negeri ini.


Mengapa hanya dengan berbekal kegagalan penerapan syariah yang hanya secuil ( mungkin), kemduian dengan mudahnya meneriakkan bahwa agama tak pantas untuk di bawa bawa ke ranah lain selain masjid dan mushola?

Tidak kah paham bahwa agama digunakan untuk seluruh sendi kehidupan, tidak kah paham dengan data bahwa karena kebenaran nya, saat ini dimana mana sedang rindu perbankan syariah, ridnu jilbab yang syar'i , rindu cara mendidik yang syar'i.

kenapa kemudian harus meradang dengan kebangkitan islam?? Apakah lantas jika melihat seorang oknum polantas melakukan pungli di jalan, kemudian kita bisa men judge bahwa polisi itu hanya tukang palak dan harus di bubarkan??

pikir 2 x ,
pikir 1000x untuk memadamkan cahaya kebangkitan Islam :D

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...