Friday, 31 October 2014

MITOS vs FAKTA Rokok


MItos dan Fakta Rokok ( sumber Kemenkes RI )
 Langsung to the point aja, berikut mitos dan fakta rokok yang berhasil dihimpun dari akun fb salah seorang pemerhati kesehatan, serta dari KEMENKES RI . :

1. MITOS : Merokok merupakan Hak Individu yang tidak boleh diganggu gugat
FAKTA : Merokok faktanya adalah ketidakberdayaan melawan adiksi nikotin dan akibat pada kesehatannya.
Rasa tanggungjawab hendaknya membuat perokok tidak membawa segala resiko gangguan kesehatan akibat rokok pada anggota keluarga yang disayanginya.

2. MITOS : Iklan Rokok tidak mencari perokok baru tapi agar perokok beralih ke produk baru
FAKTA : Bagi pecandu rokok, dengan atau tanpa iklan ia akan tetap mencari rokok karena tak dapat lepas dari cengkeraman rokok.
Jadi iklan rokok lebih ditujukan MENCARI Perokok Baru, terutama ANAK & REMAJA yang sekali terjerat akan lama jadi PEROKOK.

3. MITOS : Industri rokok lebih berjasa terhadap pendapatan negara melalui cukai rokok ?
FAKTA : Yang membayar cukai rokok adalah konsumen / perokok, bukan industri rokok.

4. MITOS : Peningkatan harga rokok akan menurunkan penerimaan negara dari cukai tembakau karena berkurangnya konsumsi
FAKTA : Penerimaan cukai tembakau naik 13 kali lipat tahun 1994 - 2007 walaupun harga naik banyak selama periode tsb.
Studi Bank Dunia menunjukkan bahwa peningkatan cukai akan menaikkan penerimaan negara karena lambat & sedikitnya penurunan konsum rokok (adiktif).
Peningkatan penerimaan cukai tembakau akibat naiknya harga jauh lebih tinggi dari turunnya oenerimaan akibat turunnya konsumsi.

5. MITOS : Industri rokok memberi sumbangan besar pada penerimaan pemerinta
FAKTA : Sumbangan cukai rokok pada penerimaan negara hanya sekitar 6-7%. Bila cukai dinaikkan, penerimaan akan naik karena rokok adiktif & harganya in elastis.
Jika cukai rokok naik 10%, volume penjualan berkurang 0,9-3%, penerimaan cukai bertambah 29-50 triliun.

6. MITOS : Pengendalian konsumsi rokok akan mematikan petani tembakau
FAKTA : Seperti industri rokok, pengendalian konsumsi rokok tak akan mematikan petani tembakau karena lahan pertanian dialihkan untuk sumber daya alam lain.
Bila kebutuhan industri rokok akan tembakau berkurang, yang terkena dampaknya adalah importir tembakau.

7. MITOS : Peningkatan harga rokok akan membebani penduduk miskin
FAKTA : Perilaku merokok lah yang membuat orang menjadi miskin karena kecanduan & menjadi konsumen setia rokok.
Peningkatan harga rokok akan mengurangi konsumsi rokok pada orang miskin sehingga mereka akan memanfaatkan uang mereka untuk membeli kebutuhan hidup mereka.
Data Susenas 2006 : 12% pengeluaran keluarga miskin digunakan untuk rokok,padahal untuk daging, telur & susu HANYA 3 % !

8. MITOS : Indonesia adalah negara pengekspor tembakau
FAKTA : Indonesia mengimpor tembakau dari banyak negara seperti Amerika, China, Singapura, dll
Data Ditjen Pertanian 2005 menunjukkan bahwa nilai impor tembakau lebih besar dari nilai ekspornya, negara merugi 35 juta dollar per tahun karenanya.

sumber : https://www.facebook.com/fb monika?fref=ts
Kemenkes RI

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...