Tuesday, 9 September 2014

Menabung di Bank, UNTUNG atau BUNTUNG?



    
Cek Google adsense. koleksi Pribadi, gb dari sini
Seperti anak sulung saya yg sering ngomong “bapak, aku punya kabar baik dan kabar buruk, mau didahulukan yang mana?” dan seperti biasa dia berceloteh tentang kabar baiknya, nilai nya nggak beranjak dari angka 100 untuk tahfidz, dan kabar buruknya bahwa nilai matematika nya  juga nggak beranjak dari angka 90an, gpp lah nak, its ok.

    Pagi ini, saya akan sedikit membahas kabar baik dan kabar buruk, mungkin tak berlaku bagi anda, tetapi bagi temen yang lain manfaat, semoga.

    Kabar baiknya adalah bahwa bank berjanji akan meningkatkan layanan nya, khususnya layanan ATM, sehingga anda nggak akan dipusingkan lagi dengan tulisan “MAAF, ATM SEDANG ERORR” , atau “JARINGAN SEDANG TERKENDALA, ATM TIDAK BISA DIGUNAKAN UNTUK SEMENTARA WAKTU

Tetapi bila muncul tulisan di layar ATM seperti ini “ MAAF, SALDO ANDA TIDAK CUKUP UNTUK MELAKUKAN TRANSAKSI INI”,  saya jamin bukan kesalahan bank atas menurunnya layanan.
 Kembali ke kabar tadi, selain kabar baik tadi, kabar buruknya adalah bahwa efektif mulai tanggal 1 Oktober 2014, bank akan menaikkan tariff  untuk layanan ATM nya. Artinya apa? Ya, Mulai 1 Oktober 2014, biaya administrasi bank untuk transaksi tarik tunai, transfer, cek saldo melalui ATM Bersama, ATM Prima, dan ATM lainnya akan mengalami kenaikan. Para pemilik kartu ATM harus membayar lebih jika melakukan transaksi selain di mesin ATM penerbit kartu. Besaran kenaikan tergantung kebijakan bank masing-masing.

Sebelum anda berfikir macam macam, saya akan mencoba hitung sederhana, bilamana anda seorang Tabungers, atau penabung mania yang punya paradigma lama bahwa MENABUNG ITU PASTI UNTUNG! Tunggu dulu, itu dulu, SEKARANG MENABUNG ITU JUSTRU BISA UNTUNG BISA BUNTUNG, TERGANTUNG INSTRUMEN YANG ANDA GUNAKAN.

Dulu saat belum ada produk bank bernama tabungan, dengan segala embel embel layanan dan iming iming hadiahnya, tabungan cukup di bawah bantal, di celengan berbentuk kambing atau macan, atau tabungan berbentuk ROJOKOYO/ SAPI yang likuid dan gampang digunakan sewaktu waktu. 

Saat ini, terlepas dari keamanan dan embel embel hadiah tahapan, hujan, badai atau apalah, menabung di bank itu ternyata BUNTUNG dari segi nominal, dengan catatan :…..

Mari kita hitung bersama.
Mbah Marto menabung di bank karena tertarik iming iming hadiah mobil mewahnya (hanya sebagai contoh saja/kebetulan saja) dengan suku bunga efektif (saya ambilkan dari situsnya bca disini  0.9 % per tahun, tabungan nya adalah Rp.10.000.000 ( sepuluh juta). Ternyata bank tersebut memberlakukan biaya bulanan (saya ambilkan dari situs BCA disini)  atas tabungan sebesar Rp.13.000 ( tiga belas ribu rupiah). Kita abaikan dulu pengenaan PPh pasal 4 ayat 2 atas bunga tabungan dan deposito, dan mari kita hitung :
Tabungan            : Rp.10.000.000
Bunga setahun  : 0.9% p/a  = 10.000.000 x 0.90% = 90.000
Biaya setahun    : 13.000 x 12 = 156.000
Tabungan Mbah Marto selama setahun menjadi : 10.000.000 + bunga – biaya = 10.000.000 + 90.000 – 156.000 = 9.934.000
Nah, kelihatan kan, apakah menabung itu selalu UNTUNG? 

catatan : biaya diatas belum memasukkan kenaikan biaya yang akan berlaku mulai 1 Oktober 2014 , yang berita nya ada di sini

Anda bisa menabung dalam Instrumen Investasi yang lain, agar tidak BUNTUNG! 

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...