Sunday, 27 July 2014

Ayo Berdagang! Membuka 9 Pintu rejeki Alloh semudah membuka pintu rumah anda (bag.1)

Ayo Berdagang. Masdhenk

Sengaja, saya beri judul hampir mirip dengan judul buku salah seorang "Guru" saya (Muhaimin Iqbal, pendiri Geraidinar), yang berjudul asli AYO BERDAGANG! Membuka 9 Pintu Rezeki Alloh Semudah Mmebuka Pintu Rumah Anda

Kemudian banyak yang bertanya, Mas Dhenk, piye carane? Gimana carane berdagang? lha wong waktu saya itu dah habis buat di kantor. Libur hanya sabtu dan minggu, full buat anak anak dan istri di rumah atau kadang liburan.

Pertanyaan yang hampir hampir mirip dan berbeda kemudian melucur deras ke inbox dan wall pesbuk untuk hal ini. Tetapi sebelum melangkah lebih jauh dan dalem, mari kita tanyakan dulu pada diri kita, kenapa berdagang?

Ya, karena fakta dan bukti mengatakan bahwa dunia ini masih berdenyut salah satunya karena masih ada perdagangan. Anda bisa gosok gigi tiap hari dan bau wanggi ke kantor juga karena masih ada toko yang buka untuk bisa membeli minyak wangi dan pasta gigi. Di kota kota besar, urusan cebok pun, masih bisa dilakukan karena masih ada air PAM yang bisa mengalir , ataupun listrik yang juga diperdagangkan kemudian tetep menyala agar pompa anda jalan.

Rasulullah SAW dan sang istri adalah contoh pedagang sukses, para sahabat tengok saja ustman bin affan dan Abdurrahman bin Auf adalah contoh pedagang dan pebisnis sukses. Mereka adalah contoh pribadi pribadi tangguh dalam bisnis dan ikhtiar kehidupan. Bahkan Islam pun dikenalkan ke Nusantara ini jua lewat perdagangan. lalu saat penjajahan di Indonesia pun , kaum pedagang muslim yang memotori perjuangan Indonesia. Mulia!

Tapi, fakta saat ini sudah berbalik 180 derajat! Perdagangan sudah seakan menjadi trend kaum tertentu, dan pegawai lah yang terlihat mentereng. Para orang tua lebih bangga anaknya menjadi pegawai negeri atau pegawai swasta ketimbang menjadi pedagang. Semua berlomba lomba menjauhi perdagangan dan berlomba lomba menjadi konsumen aktif yang selalu berjejal di counter counter dan gerai gerai para pedagang.

Pekerjaan pegawai negeri ataupun swasta menjadi kelihatan sangat wangi dan mentereng.Para calon mertua pun akan lebih bangga mantunya seorang pegawai dibanding seorang enterprener startup. Mungkin ini warisan dari penjajahn Belanda selama 350 tahun yang memang menganakemaskan kaum pegawai (Belanda) / Ambtenaar yang dikenal sebagai profesi paling terhormat dan membanggakan.

Tak heran, saat ini Indonesia dengan jumlah 245 juta jiwa nya menjadi gadis cantik yang sangat menarik untuk para produsen seluruh dunia, menjadi target pasar yang menggiurkan dan menjadi rebutan kue perdagangan. Bahkan banyak pengambil keputusan (pegawai) belum tersadar bahwa sampai saat ini pelanggengan dominasi pasar oleh kaum dan negara tertentu itu sebenarnya adalah penjajahn era ini.
(bersambung) 


image by : http://hqeem.files.wordpress.com/2010/08/emas600px1.jpg

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...