Thursday, 21 November 2013

Jangan Anggap remeh Indonesia, Beginilah Digdayanya Indonesia!

    

   Jangan salah dan minder jika negeri kita masih banyak korupsi. Ibarat manusia, kita masih kalah umur dibanding Amerika yang sudah berulang tahun ke-237 tahun dan selama itu telah mempunyai presiden 44 biji sampai sekarang.

   Bila dibandingkan dengan negeri sebelah, jangan dibandingkan. Mereka tidak ada apa-apanya. Data Departemen Dalam Negeri berdasarkan laporan dari para gubernur dan bupati/wali kota, pada tahun 2004 menyatakan bahwa baru 7.870 pulau yang sudah bernama, sedangkan 9.634 pulau tak bernama. Bandingkan dengan jumlah pulau negeri jiran yang hanya ada 45 pulau. Jumlah Penduduknya pun nomor 4 terbesar dunia. Jumlah Penduduk Propinsi Jatim saja sudah menyamai jumlah penduduk negeri sebelah. Wajar bila mengurus banyak orang dan banyak kepala membutuhkan effort yang tidak mudah. Amerika saja perlu waktu ratusan tahun dan perang saudara untuk bisa membuat sebuah negeri adidaya seperti saat ini.
    
    Bahkan dengan gagah, kita bukan anggota persemakmuran yang "diberi kemerdekaan", karena kita adalah negeri yang berjuang sendiri untuk merdeka.

    Negeri kita tak bisa dianggap remeh. Urusan makan gandum saja, menurut IndexMundi, kita nomor 4 terbesar dunia. jumlah konsumen yang tak bisa dianggap enteng oleh para pemasok gandum dunia. Urusan makan daging sapi saja kita juga bisa merepotkan Australia. Masih segar dalam ingatan bagaimana para peternak Australia mengemis ngemis agar Indonesia membuka kran impor sapi dan daging sapinya lagi. Australia yang jumlah penduduknya kisaran 23 juta  dengan produksi gandumnya tinggi namun konsumsinya rendah Australia yang memproduksi 26 juta ton dan ekpor hingga 20 juta ton. Kita tahun 2013 saja sudah impor hampir 7,1 juta ton. Bayangkan digdayanya kita bila kita bisa mengelola ini semua.

  Bicara Investasi, berapa jumlah bank negeri jiran yang mengais uang di negeri ini dan tanpa diimbangi asas resiprokal di negerinya?. Dengan enteng kita bisa saja menyetop dan mengalihkan semua "supplier pangan" dan "supplier perbankan" kita dan menaikkan nilai tawar negeri kita.  Betapa dunia ketar ketir saat hutan kita mulai kita tebang untuk kertas dan pemukiman?

   Bahkan, saat australia yang merecokin dan membuat malu negeri kita, kita bisa saja cukup menyetop arus daging sapi dan produk turunannya. Kita sangat mudah untuk menyatakan haram wilayah laut dan udara untuk perdagangan bagi negeri yang tak bersahabat. Kita sangat digdaya.

 

*lagi males nulis sumber data
gambar diambil dari sini : http://1.bp.blogspot.com/-TAwiMbRWAqE/UEVvFg_zI6I/AAAAAAAAZYY/ol_E5NCB1Ik/s1600/Sang_Saka_Merah_Putih_by_pamanjee.jpg

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...