Wednesday, 18 September 2013

Jangan sombong dan Mari Belajar dari Kodak , Nokia dan Blackberry



Berita terbaru pagi ini adalah tentang Blackberry yang sudah mulai berkemas dan menghitung assetnya untuk kemudian dijual kepada pihak lain yang menginginkannya. Terobosan terobosan yang dibuatnya ternyata tak mampu menahan laju kebangkrutan perusahaan yang terus membukukan angka angka fantastis.

Pada quartal pertama tahun ini saja, BBM telah mencetak rugi yang tak sedikit jumlahnya, $84 juta dengan trend penurunan yang sudah kelihatan akan terus berjalan tak terbendung. Jadi tak pelak lagi, upaya BBm untuk cepat cepat berkemas agar tidak keburu dimakan api dan tinggal abu saja.

Nilai sahamnya pun anjlok tajam dari US$84 Milyar pada jaman keemasannya di tahun 2008, menjadi hanya US$ 5,4 Milyar saat ini. Tak lama lagi, kita akan segera bisa menceritakan bahwa dulu ada perusahaan bernama RIM dengan produk fenomenalnya BBM.

Kabar lain lagi adalah Nokia, jawara handphone dari negeri skandinavia ini juga harus menelan pil pahit untuk mengikuti jejak Siemens yang telah melemparkan handuk putihnya di jagad handphone. Nokia harus menyerah kalah dengan fakta bahwa mereka akhirnya menyerahkan divisi Handphonenya ke Microsoft dengan harga 78,7 Trilyun. Angka yang bisa dibilang kecil mengingat Nokia adalah raja Handphone yang menguasai dunai gadget telekomunikasi ini dengan pangsa pasar yang wow!

Setelah dimulai dengan merumahkan karyawannya dan melego pabriknya di tanah Findlandia, Nokia semakin terpuruk dan ditinggalkan dengan system operasi yang jadul dengan Symbian. walaupun sempat bernafas dan menggandeng Windows OS, tetapi nyatanya hal itu tak membuat peta berubah, nasib baik tak berpihak pada pabrikan ini.



Apa yang menjadi dengan Kodak justru semakin mencengangkan. Nama kamera yang bahkan sudah menjadi generic brand itu akhirnya juga harus mengalami nasib serupa dan justru menjadi pioner dalam hal kehancuran dinasti kejayaan perusahaan. Perusahaan kawakan yang didirikan oleh George Eastman pada tahun 1892 itu akhrinya mengumumkan kebangkrutannya dan menjual ribuan patennya di amerika.------Bersambung

Tak ada yang Abadi, sehingga tak ada yang harus dan perlu disombongkan dengan apa yang kita punya sekarang

Apakah engkau sudah bersyukur dan ndak sombong hari ini, sedulur?

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
***Semua datang dan pergi dan tak ada yang abadi. Dan yang abadi hanya Yang Maha Satu yang tak punya Anak dan diperanakkan, yaitu ALLOH swt



0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...