Tuesday, 2 July 2013

Pasar hantu tanaman (h) Anthurium , inilah Fakta mudahnya mencari uang dengan Hanturium :)


gambar anthurium jenmanii  (source : http://www.mariarina.wordpress.com/anthurium)

Masih segar dalam ingatan kita, beberapa tahun yang lalu kita semua dihebohkan dengan maraknya jual beli tanaman hias yang membuat dahi berkenyit karena harganya sudah overprice. Dan tak berselang jauh waktunya, fenomena itu diawali dengan fenomea ikan jenong yang harganya juga membikin melongo sebagian orang, dan akhirnya fenomena hanturium diakhiri dengan hewan langka bernama tokek yang menjadi perburuan banyak orang yang harganya konon sampai seharga mobil alphard baru. WoW.

Sebenarnya apa yang sedang terjadi kisanak? Sehingga semua orang sampai gelap mata, berani menggadaikan rumah, mobil , sawah, tanah dan sapinya untuk ditukar dengan satu pot tanaman hias berdaun hijau yang nyaris tak mempunyai nilai apapun saat anda bawa ke bagian kredit bank untuk digunakan sebagai agunan.
Hmmm… katanya, karena saat itu, saat ramenya tadi, ada seorang yang jadi eksportir tanaman bunga daun ini ke negeri sebrang, entah mau dibuat pakan ternak atau pakan tikus, yang jelas permintaannya gila-gilaan, bahkan biji yang baru hiua masih nempel di pohonnya pun ada yang berani menukarnya dengan sebuah mobil jazz baru. Sekali lagi Wow.!
Itu saat dulu, dimana tanaman itu menjadi primadona, saat di semua warung warung kopi memperbincangkan transaksi terakhir si fulan dan si fulan, sibuk menggunjing pencurian terakhir terhadap kebun bunga hanturium si anu dan entuh. Tibalah kini saatnya semua orang sudah punya tanaman itu dan harganya kembali menjadi tanaman yang semula dihargasi ssama dengan tamanam hias lain apa adanya. Saat semua orang sudah berani menukar sebagian kekayaan nya dengan tanaman itu, harganya jatuh dan sudah tak ada lagi yang mau, bahkan untuk sekedar memperbincangkannya… Katanya membuat sedih dan mengenang kepiluan akan “investasi yang merugi”. Saat ini anda bisa dengan mudah melihat banyaknya rumah rumah yang mempunyai tanaman hias hanturium ini, entah rumah gedong maupun rumah beton maupun rumah gedek. Sungguh pemandangan yang membuat kembali mengerutkan dahi, berapa jumlah uang yang berhasil diputar dalam bisnis sesaat tadi.
            Sebenarnyam yang terjadi hanyalah simple saja, dan sudah banyak yang membahas. Inti dari adanya pasar Hantu dari Hanturium ini adalah bermula dari issue, rumors dan dikenal dengan grapevine communications. Isu ini sengaja digoeng dan disangrai dengan bagus agar mengagkat nilai jual si daun hijau hanturium tadi. Mari kita bahas hal ini dengan contoh gampang,

Sebuta saja pak John, dia seorang yang selalu berfikir keras bagaimana caranya bisa mendapatkan uang dengan keahliannya sebagai lulusan terbaik sekolah ekonomi terbaik di negeri ini. Akhirnya dia menggandeng seorang investor yang bisa diyakinkan untuk bisa menggelontorkan uang modal sebesar 10 milyar. Uang yang kecil dibanding keuntungan yang sudah diproyeksikan akan diperoleh. 10 milyar tak lebih dari jejeran mobil mewah bernama alphard dijejer 10, ya cumin 10 biji alpard, tak lebih.
            Stelah mendapat kucuran dana dari sohibnya, si john ini merekrut Si Budi dan teman teman yang lain dan dibekali pemahaman agar memberikan info kepada khalayak ramai bahwa pak John saat ini telah membuat kesepakatan dengan seorang penguasaha arab Saudi yang sedang mencari tanaman hanturium untuk obat kuat. Maka dari itu, pak John lewat pak Budi akan membeli tanaman hanturium untuk diekspor dengan harga bibtan @10rb dan tanaman yang sudah dewasa 100rb per pot. Nah, info ini dengan cerdik diebarkan , dan oorang orang yang tak percaya kemudian membuktikannya dengan menjual tanaman yang lumrah ada di kebun bunga itu. Wow.. ternyata bener, pak John lewat pak Budi membeli semua tanaman yang mereka bawa, bibitan @10rb dan tanaman dewasa @100Rb.
Info ini kemudian menggelinding menyebar, dan karena konon permintaan Arab Saudi semakin besar maka butuh pasokan yang besar akan hanturium. Pak John lewat pak budi kembali “akan mau membeli” tanaman hanturium seharga bibitan 50rb dan tanaman dewasa 200rb. Dan kontan saja, respon pasar begitu menggila, banyak orang yang dulunya tak tertarik dengan tanaman akhirnya ikut nimbrung dan iseng iseng beli tanaman, siapa yahu ketiban rejeki. Pasar tanaman hanturium ini mulai terbentuk.
Karena kebutuhan pasar arab Saudi semakin besar dan jumlah tanaman makin menyusut di pasaran, pak John lewat pak budi kembali membuat pengumuman bahwa akan membeli hanturium ukuran bibitan seharga 200rb dan yang ukuran dewasa seharga 400rb. Wow, respon pasar sangat luar biasa, pasar yang terbentuk kembali makin subur di banyak tempat. Orang orang menggunjingkan tanaman yang membawa berkah ini, bahkan sampai sampai seorang bupati mencanangkan daerahnya sebagai sentra tanaman hanturium ini. Tapi apa dikata, karena tanaman sudah disedot semua oleh para pemain dalam pasar yatiu broker, broker yang ingin menimbun tanaman agar bisa menjualnya lagi, stok tanaman ini dipasar sudah relative langka. Pak John memiliki stok tanaman “langka ini dalam jumlah yang cukup”, dan pasar tanaman langka ini sudah terbentuk, dibantu dengan dibesarkan media agrobisnis dan media hobi yang latah akan fenomena meroketnya harga tanaman hantu.
Karena semakin langka, maka pak John karena terus didesak oleh arab Saudi agar terus mensuply tanaman hantu ini mau tidak mau menaikkan harga tanaman hantu ini lagi. Saat ini dia sudah berani membeli bibitan tanaman hantu ini seharga 10 juta rupiah dan tanaman dewasa seharga 500 juta rupiah.
Tentu saja, pasar makin linglung dibuatnya dengan angka angka yang fantastis ini. Saat ini semua orang berlomba lomba mencari tanaman hantu ini, mulai nenek nenek sampai abg sibuk dan lupa gossip artis di tv, mereka lebih suka bergosip tentang tanaman hantu ini. Media media agribisnis makin bombastis memberitakan bahwa tanaman langka ini bisa membikin banyak orang kaya mendadak. Akhirnya banyak orang yang berspekulasi dengan tanaman hantu ini. Bahkan sebagian orang sudah meninggalkan pekerjaan aslinya dan berburu tanaman ini. Semua sudah gila akan tanaman ini, tetapi karena memang stok di pasar sudah tak ada, maka yang berputar juga tak ada. Tapi ingat, si John lewat Pak Budinya melihat ini peluang yang menarik.
Lewat kaki tangannya, mereka mulai mensuply pasar dengan tanaman hantu yang telah mereka kumpulkan di awal awal yang diperleh dengan  harga murah tadi. Saat ini pasar menganga lebar, ada barang bibitan tanaman hantu dijual seharga 6 juta rupiah saja orang sudah rebutan, toh harga di pasar saat ini sudah mencapai 10 juta.  Lambat laun pak John ini melepaskan semua stoknya ke pasar seikit demi seikit sampai habis dan terus mendorong media agar blow up fenomena ini. Meyakinkan pasar bahwa fenomena ini akan berlangsung lama karena stok di pasar tak ada dan permintaan sangat tinggi.
Pak John sebagai seorang lulusan sekolah ekonomi dari kampus terbaik di negeri ini terus melepaskan stok yang dia miliki ke pasar melalui orang orangnya. Harga awal yang dia peroleh dengan harga murah dengan kisaran ratusan ribu, saat ini bsia dia jual dengan harga minimal 6 juta, dan langsung ludes.
Setelah ludes terjual dan menangguk untung, akhirnya pasokan dan jumlah tanaman yang tersebar di pasar kembali normal, harga kembali turun karena memang pak John sudah tidak membeli tanaman hantu lagi. Alasannya bahwa sang raja Saudi sudah cukup perkasa setelah mendapatkan pasokan ber ribu ribu ton tanaman hantu. Pasar menangis karena harga kembali ke awal mula. Orang orang yang berspekulasi tinggi akhirnya gigit jari karena stok di kebunnya masih teramat banyak, dan telat melempar tanaman hantu ke pasar. Saat ini bahkan diberi pun, orang orang tak mau memelihara tanaman hantu. Takut kena tuah hantu katanya. Dan Jayalah pemain pasar sejati! PAK JOHN DKK.
Dan saat ini pak John sudah sibuk emrancang issue baru tentang binatang yang akan menjadi sangat langka dan mahal dengan cara yang sama, Binatang itu bernama TIKUS CURUT!

1 comments:

Saya tertarik dengan artikel yang ada di website anda yang berjudul " Pasar hantu tanaman (h) Anthurium , inilah Fakta mudahnya mencari uang dengan Hanturium :) " .
Saya juga mempunyai jurnal yang sejenis dan mungkin anda minati. Anda dapat mengunjungi di Indonesia by Universitas Gunadarma

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...