Sunday, 15 July 2012

Kopi Hitam, harga Gula dan Plintat-Plintut



Kopi hitam, harga gula, dan Plintat Plintut

Tak ada korelasi nya, tak ada hubungan antara kopi hitam saya dan gula yang harganya melambung. Toh kopi hitam saya juga seringkali dengan gula. Looh? Anda kok plintat plintut toh masdhenk? Bilang nggak ada korelasinya antara gula dan kopi hitam anda, tetapi anda bilang bahwa kopi hitam anda hadir dengan gula.

Hahaha, ide plintat plintut yang ditemukan pertama kalinya ditahun sebelum masehi oleh Msiter Plintat kemudian disempurnakan oleh istrinya, nyonya plintut ternyata sampai saat ini masih dominant. Masih setia digunakan seperti rumus rumus matematika pitagoras yang diajarkan sejak dini di bangku SD.

Plintat plintut atau kemudian dikenal oleh wong Jowo sebagai “ora ajeg omongane”, atau “esuk dele, sore tempe” saat ini malah menjadi keharusan agar bias bertahan di jaman Kalabendu ini. Bahkan kata para orang pintar ituh, bila tak plintat plintut, mengubah omongan dan statement maka pasti tak akan dibahas media, kemudian namanya nggak terkenal dan jarang diajak live show di tipi tipi dengan rating iklan tingi. Akhirnya popularitas menurun drastic dan harus membayar lembaga surpey abal-abal untuk menaikkan popularitas. Jatuh jatuhnya biaya yang harus dikeluarkan bila dicompare apple to apple ( halah sok keminggris) akan lebih mahal berkata tanpa plintat plintut.

Nah, bila anda tertarik mempelajari ilmu kuno ini, silahkan sering sering lihat ILC alias Indonesia Lower Club TIPI OON atau sering sering melihat para wakil rakyat ngomong di tipi kesayangan anda atau di media yang lain. Saya jamin ilmu kuno nan sakti ini akan cepat anda kuasai. Tapi bila sudah mahir, jangan lupa kirim parcel lebaran ke saya ya, toh saya bukan PNS yang dilarang menerima Parcel.

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...