Sunday, 15 January 2012

Saatnya Memaki Pohon, Hujan dan Kemacetan!



(foto: dok pribadi)

Saatnya menyalahkan pohon dan hujan

Hari hari ini, kuping saya banyak mendengar orang orang mengumpat hujan dan pohon! Ya, Hujan dan pohon yang diumpat karena telah membuat banjir, macet, jemuran ndak kering. Dan pohon? Apalagi klo nggak membuat orang orang tertimpa pohon tumbang, jalanan macet karena pohon tumbang, ada orang kesetrum listrik dan tewas karena ada pohon tumbang!

Yah.. saya nggak akan menambah lagi jumlah orang yang memaki pohon dan hujan. Apalagi di kampung saya, hujan tiap hari dan pohon tumbang banyak sekali, toh orang menganggapnya berkah. Banyak hujan berarti harus ada yang ditanam di sawah, banyak air berarti harus lebih giat mengolah kebun dan ladang. Ada banyak pohon tumbang? Wah berarti nggak perlu manjat pohon untuk nyari pakan kambing kami yang banyak, cukup membabatinya dari pohon pohon yang tumbang itu.

Tempo hari, saya diajak main ke kampusnya teman, orang yang terpelajar, yang sekolahnya di universitas tertua di negeri ini, mana lagi kalau bukan kampus kuning di depok itu. tapi bukan itu yang saya bahas, tetapi yang saya bahas adalah kesamaan antara kampus kuning itu dengan negeri ini. Kampus itu mirip miniatur negeri ini. Ada lembaga lembaga yang mengawasi jalannya pemerintahan, ada negeri negeri kecil yang dibawahi oleh ketuanya masing masing, ada juga presiden yang posisinya diperebutkan oleh banyak orang, ada intrik dan kudeta. Dan ada rakyat, yang tiap semester rela membayar pajak!! Oooh bukan itu yang saya maksudkan.

Kesamaan UI dengan negeri ini adalah cuman pengandaian saya saja. Bayangkan bila di hutan ui itu, yang memang didesain untuk hutan, bayangkan bila dibawahnya ada banyak orang , ada banyak pemukiman, tentulah akan runyam bila ada hujan gede, angin gede atau pohon tumbang!! Pastilah orang orag akan rame rame menyalahkan si pohon dan si hujan!! Tetapi kenyataannya di kampus itu, ada ribuan pohon yang ditanam dan tiap hari ada puluhan pohon yang tumbang ( di hutan itu, di negeri itu) tetapi ndak ada yang protes, malah terus dilestarikan!

Ada yang salah, ketika tempat ohon dan tempat turunnya hujan kemudian ditempati dengan semena mena, diduduki dengan serakah dengan alasan ekonomi, pusat pemerintahahn dan kebodohan, dan kemudian bila pohon dan hujan itu menyapa mereka dengan kepolosan dan kealamiannya, mereka disalahkan!!

Bukan pohon dan hujan yang salah, tetapi manusianya yang salah, yang tak mau berfikir untuk pindah dan merelakan tempat pohon untuk pohon, dan tempat air hujan mengalir untuk hujan.

Apakah sudah benar benar diperjuangkan, kapan kita pindah ibukota Negara? Daripada terus merutuki Jakarta yang makin tua ini?

Mau nambah jumlah kereta yang melayani orang orang bekerja di pagi hari untuk mengurai kemacetan?? Ahaaa.. tidak semudah itu kisanak, karena semakin banyak kereta yang dioperasikan maka akan banyak pintu lintasan kereta yang akan tertutup untuk waktu yang lebih lama, yang artinya macet.

Mau membuat busway? Ahaaa.. jalan manalagi yang akan dikorbankan?? Yang harus dibelah untuk tempat busway dan akhirnya tetap saja menjadikan jarak Jakarta kota dengan depok minimal 3 jam perjalanan, itu sama saja perjalanan dari magetan ke jombang!!

Di ibukota ini, harga kemacetan sudah luar biasa, ongkos yang harus dbayar baik untuk ongkos langsung maupun tidak langsung sungguh luarbiasa!! Bayangkan, berapa produktifitas yang terbuang gara gara harus macet-ria di Jakarta, berapa banyak bensin yang harus digunakan dan dibakar untuk bertahan di kemacetan dan harus menyalakan ac mobil, berapa waktu efektif yang terbuang gara gara harus berangkat jam 4 pagi agar tidak kena macet dijalan??? Dan berapa banyak orang yang telah menjadi korban kebakaran karena rapatnya rumah mereka, berapa banyak orang yang tertimpa pohon yang memang itu sudah waktunya rubuh?

Sudah saatnya ibukota ini dipindah!! Sudah saatnya pusat pemerintahan dan pusat perdagangan dipisah!! Sudah saatnya negeri ini dibuat seperti tata lingkungan di UI, ada tempat pohon di hutan, ada danau untuk menampung air hujan yang besar dan ada tempat pemukiman pemukiman dan negeri negeri kecil bernama fakultas-fakultas! Saat ada pohon tumbang, saat ada hujan lebat tak ada yang mengumpat!! Dan saudah saatnya ada kudeta? Kwkwkwk (klo ini jangan mencontoh UI)

Sudah saatnya perumahan tidak sepadat sekarang dan sudah selayaknya pohon tumbang disambut sukacita, begitu juga hujan lebat datang disambut dengan suka cta, bukan disambut dengan makian!!

Apakah ente sudah kena macet hari ini, kisanak?

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...