Sunday, 30 October 2011

Diberi Hibah pesawat bekas Amrik , agar kita tak mengusik Freeport?



Saya adalah rakyat kecil yang hanya mengingat hal hal yang kebetulan melintas di depan saya, dan terlintas di berita berita yang saya baca, termasuk kebetulan kebetulan yang sepertinya sangat kebetulan dan bentuk kebetulan yang terjadi berulang ulang.

Saat ramai ramainya kita menggugat berbagai pengelola tambang mineral di negeri ini dengan perjanjian yang baru disahkan yaitu PP No.45 Tahun2003 tentang Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan bandelnya  Freeport dengan kontrak karya yang tak jelas dan porsi pemerintah yang hanya mendapat seuprit  dari pengerukan emas yang kita pun tak pernah tahu dimana konsentrat dari gunung gunung emas di papua itu diolah oleh perushaan amerika itu, kita tiba tiba kedatangan tamu menteri pertahanan amrik dan akan diberi pesawat F16 bekas.
walaupun namanya diberi, tapi jangan salah, bukan seperti saat kita dengan ikhlas member uang koin pada pengemis di jalan, bukan bukan sesederhana itu kisanak….. kata orang Inggris, there’s no free lunch. Tak ada makan siang gratis tuan. 

Diberi, tentunya harus mempunya syarat dan kondisi, dan tentunya kita akan terpaksa menerima dan mencari suku cadang pesawat bekas itu karena agar tetap laik terbang dan bisa dipakai dan tentunya harus tunduk pada Amrik dengan ketentuan etentuann yang mereka buat.

Dan yang sangat membuat saya heran, kenapa waktunya hampir bersamaan dengan getol getolnya pemerintah yang akan melakukan renegoisasi kontrak semua perusahaan penambangan di negeri ini, sangat bersamaan…. Sama persis saat kita ramai-ramainya sedang membahas alotnya pembagian penguasaan blok cepu antara Pertamina dan perusahaan minyak amerika Exxon, saat itu kita kedatangan tamu agung si hitam Condi yang akhirnya entah kebetulan atau tidak, penguasaan blok cepu tetep jatuh ke Exxon sebagai pemimpin, walau PERTAMINA sudah jauh hari menyatakan sanggup mengelolanya sendiri.

Kabar terakhir, komisi I pun akhirnya menyetujui pemberian pesawat bekas ini, walapun sempat ditolak oleh PDI-P dengan alasan kedaulatan Negara dan waktu pakai pesawat bekas yang tentunya sudah  sangat jauh dengan bila kita membeli baru dan lebih bisa meng”handle” penjual ketimbang kita diberi. Semoga hal ini tak mempengaruhi niatan pemerintah untuk menaikkan royalty  penambangan emas dari 1% ke 3.75% sesuai undang undang yang baru., atau malah jadi takut dan mengulang kasus Exxon di Blok cepu??

Yah, semoga kebetulan kebetulan ini bukan kebetulan yang dibuat buat dan bukan merupakan bentuk pemberian sogokan awal dari pemberian sogokan sogokan yang telah diberi ataupun akan diberikan oleh Freeport  kepada kita.
Semoga


walaupun sampai sekarang saya masih ingat kata kata kakek saya, bahwa tak ada yang kebetulan didunia ini

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...