Thursday, 4 August 2011

Amerika jangan bangkrut , Indonesia bisa Bangkrut!




Kata VladimirPutin, perdana menteri Rusia, Amerika seperti parasit yang menggerogoti ekonomi dunia

Bener kisanak, Putin! Anda bener. Bahkan sekarang Amerika bukan lagi sekedar parasit, tetapi sudah menjadi kanker yang bila diangkat secara tiba tiba, dihilangkan secara tiba tiba akan membuat tubuh mati, tak benyawa.

Bukan isapan jempol, jika tokoh sekaliber Putin berbicara lantang tentang kedaan ekonomi amerika yang menyandera ekonomi dunia. Karena sampai sekarang Rusia bersama sama dengan china adalah salah satu dari Negara Negara pemegang surat utang yang dikeluarkan oleh Amerika untuk menutupi deficit anggaran Amerika.

(-) halah, pakdhe pakdhe, ngapain repot repot mikirin amerika, mikirin negeri kita aja nggak becus, banyak tikus dimana dimana.

(+) hahaha, kita perlu tahu thole, kalo nggak kita juga akan menjadi salah satu korban dari collateral damage.

Ya, collateral damage, begitu kata kata yang sekarang sangat popular di kalangan ekonom bahkan bukan ekonom sekalipun, seperti saya yang seorang desa kayak saya inih. Collateral damage yang berarti kerusakan hebat akan diprediksi perekonomian seluruh dunia, bahkan negeri - negeri yang notabene sehat pun akan menjadi hancur dan miskin.

Mengapa? Ya tadi, bila suatu saat amerika mencapai kata menyerah dan default alias gagal bayar terhadap utang utangnya.

Sampai saat ini, bila kisanak semua ingin tahu, perbandingan hutang amerika dengan pendapatan bruto nasionalnya adalah telah encapai 94% lebih. Artinya bila suatu kepala rumah tangga mempunyai penghasilan tiap bulannya 1 juta, si kepala keluarga bernama pemerintah amerika ini sudah mempunyai tanggungan utang sebesar 940 ribu rupiah, dan yang membuat nggak nyenyak tidur, utang utang yang menjadi tanggungannya ini nggak tanpa bunga, tetapi bunga berbunga, sesuai kaidah yang diciptakan amerika sendiri, sehingga mengapa barri, si anak menteng yang dielu elukan bak dewa ketika datang ke kampus saya di Ndepok kemaren nggak bisa tidur nyenyak. Bahkan bila dibandingkan dengan Indonesia, perbandingan antara hutang dengan PDB nya sangat timpang, kita yang kata thole carut marut dsb, masih bisa membusungkan dada di angka 26%. Artinya, kita punya utang sekitar 26% dari seluruh pendapatan bruto nasional kita, jauh jauh leih baik dari negeri yang selalu berkoar tentang demokrasi bernama paman sam itu :)

Kembali ke topik,

(-) Wah, menarik pakdhe!, trus Mengapa kok tiba tiba amerika bisa menjadi negeri penghutang dan berefek kepada kita bila suatu saat mereka bangkrut?

Ya, sejak dollarr dinobatkan menjadi mata uang pemersatu dunia, maka maka ameika otomatis memiliki privilese untuk mencetak dollar sesuai kebijakannya, tentu saja.

Sampai suatu saat dimana perjanjian bretton woods yang mengatur pencetakan uang agar berpegang pada logam mulia bernama emas dihapus, maka pencetakan uang hanya berpegang pada supply, demand dan juga tingkat inflasi. Lihat ilustrasi di bawah ini :

Itu digunakan oleh negeri negeri termasuk indonesia ketika akan mempertimbangkan pencetakan uang, degan tentu saja pertimbangan pertimbangban lain seperti cadangan devisa dan kedaan ekonominya.

Parahnya, demand terhadap dollar tidak hanya di amerika saja, karena dollar laku di seluruh muka bumi. Selembar uang kertas yang dicetak dengan biaya tak lebih dari 2 mangkuk bakso solo itu, bila diatasnya tertulis 100 dollar, maka otomatis penjual bakso akan memberikan seluruh isi rombong/gerobaknya kepada anda bila anda memberikan 2 lembar kertas tadi. Hebat bukan??

Inilah yang menjadikan manusia rakus dan keranjingan segalanya termasuk amerika, untuk terus mencetak uang, asal kongres menyetujuia suatu anggaran yang diajukan pemerintah yang berkuasa di sana.

Karena kemudahan dan privilese tadi, amerika mudah saja untuk mendapatkan uang, tentu saja bukan dengan mencetak uang terus di sebar di dunia, itu akan terlalu mencolok. :)

Saat amerika ingin menjadi Negara yang “membela perdamain dunia” ( demi minyak, tentu saja), mereka akan menghamburkan uang untuk perang, mendanai pihak pihak yang menurut mereka patut untuk didanai dan kemudian meminta persetujuan kongres untuk bisa mendapatkan persetujuan anggaran. Saat deficit dan uang dikantong di neraca kurang, tinggal terbitkan saja surat surat utang yang bisa dibeli oleh Negara Negara asing termasuk negerinya Putin tadi, dengan harapan akan mendapatkan imbal balik berupa suku bunga dalam dollar . ketika jatuh tempo, amerika tinggal cetak saja uang dollar dan memberikannnya kepada negeri negeri yang telah membeli surat utang nya., simple bukan?

(-) pakdhe, apakah hal itu nggak menyalahi aturan?

(+) aturan kan gampang diatur thole, yang penting negeri makmur, negeri lain mah nomer patlikur alias belakangan,jare orang bule What the Fuck with manual book!!

Nah, ketika sudah terlalu rakus dan terus berhutang dan menghambur hamburkan uang karena berfikir bisa dengan mudah mencetaknya, toh tak perlu cadangan emas yang cukupu untuk membackupnya, maka jumlah dollar di dunia kan semakin banyak? Akibatnya nilai dolar akan sangat anjlok dan turun dan terus turun. Lihat saja perbandingan nilai dollar saat btetton woods dihapus dengan kedaan nilai tukar dollar terhadap emas sekarang.

“Dari data menunjukkan bahwa pada bulan Agustus 1971, satu ounce emas harganya adalah USD 35/oz dan sekarang harganya adalah USD 1,660/oz !! ( data kitco.com hari ini, 4 ramadhan 1432 H)”

Jadi Ingat kan ketika jaman kecil dulu, ketika main uang uangan, bila uang uangan berbentuk barang yang langka dan susah didapatkan, maka teman kita mau menukarnya dengan barang yang berharga, tetapi ketika uang yang kita pake adalah daun beluntas dip gar yang banyak sekali jumlahnya dan semua orang pun tahu dan bisa mendapatkannya dengan mudah, maka nilai beluntas tadi akan nggak dihargai oleh teman kita, dan ini sama kisanak dengan pasar uang :)

Maklum dan mahfum kan mengapa si anak menteng yang suka bakso itu pusing tujuh keliling, karena beban hutang yg begitu banyak yang harus ditanggung amerika., Untuk mengatasnya, amerika mengajukan peningkatan pagu utang dan pemangkasan belanja pada kongress . Ini diharapkan agar para pemberi modal yang selama ini setia membeli surat utang amerika masih sedikit percaya pada amerika (tapi entah sampai kapan mereka akan sadar dan mengalihkan modalnya ke bentuk lain), karena bila amerika gagal bayar alias bangkrut dan default, maka seluruh dollar di dunia ini akan nggak dihargai, orang orang akan ramai ramai menukarnya dengan mata uang lain , dan bagaimana dengan cadangan devisa bangsa bangsa di dunia ini termasuk indonesia yang berwujud Dollar???? Tentu saja tak akan laku lagi dan membuat negeri ini bangkrut juga, kisanak. COLLATERAL DAMAGE

Jadi, tak salah jika Putin mengatakan bahwa amerika sudah melewati batasnya sebagai pemegang privilese dollar tadi, sehingga bagai parasit di dunia ekonomi ini. Yang aneh, peringkat utang amerika masih bagus bagus aja sampai pada akhirnya diturunkan oleh badan pemeringkat utang dunia ketika bersiap mengajukan pagu kenaikan utang. Padahal jauh jauh hari, badan pemeringkat utang ini sudah menurunkan peringkat untng spanyol dan yunani, yang nasibnya sebenarnya sama dengan amerika.

Tapi, jangan salah kisanak, negeri kita ini juga masih setia menyimpan sebagian besar cadangan devisanya dalam bentuk dollar ketimbang logam mulia yang nilainya terbukti kuat menghadapi inflasi, mungkin karena textbook-textbook yang dibaca semasa kuliah di fakultas ekonomi UI sama dengan yang saya baca sekarang, semua berasal dari guru sama, Amerika.

Satu guru, satu ilmu, nggak boleh ganggu, :)

Akhir kata, seperti yang pernah saya singgung, bahwa kita lebih makmur, Indonesia lebih makmur!

Apakah masih punya simpanan dalam dollar ketimbang logam mulia, kisanak?

1 comments:

mantapp masdhenk..
artikel nya istimewa..
bikin tambah wawasann...

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...