Wednesday, 15 June 2011

Sakit Telinga di Jayakarta



Sakit telinga

Jaman sekarang ternyata sudah banyak berubah, sangat maju dan sangat bermutu. Bahkan sekarang ada kebutuhan pokok yang bernama pulsa dan paket ha ha hihi bernama paket bicara, chat dan be-be-em.

Pagi tadi, saat menunggu kereta ekonomi menuju Bogor, keadaannya tak berubah, semua orang masih seperi saat saya kembali datang ke kota bekas jajahan Jaan Pieterzen Coen ini, medio 2005an, semua memakai bebat telinga yang bisa berbunyi bernama headphone dan juga kotak kecil yang namanya serupa dengan buah-buahan itu ( kalo buah buahan ini baru ada rame sekitar 2 tahun belakangan).

Hahaha, semua itu menjadi hal yang menarik saya, ingat kemaren saat ngemeng ngemeng di bawah pohon belimbing, tentang kebutuhan baru manusia kota taklukan Fatahillah ini, bernama paket bicara.

Kenapa paket bicara? Yah, tanpa disadari, biaya ngomong dan ha ha hihi ternyata mahal juga, harus merogoh kocek minimal 90rb repes untuk bisa ber chating ria, ngobrol dengan teman sesama manusia kesepian lainnya, untuk menghilangkan penat. Padahal kalau hanya utuk ber ha ha hihi disampingnya juga banyak manusia yang sam sama perlu juga untuk ber ha-ha hihi, sama sama calon penumpang kereta api yang nunggu kereta nya datang menjemput dan memaksanya berjejal-jejalan seperti pepes di tiap pagi.

Dahulu kala, saat kota ini direbut kembali oleh fatahillah, kalau hanya untuk ngobrol dan melepas penat dengan sesama manusia, tak perlu harus berlangganan paket bicara ke operator telepon, dan menyumbat telinganya dengan bebat bernama headphone.

Oh ya, mungkin karena saat itu, nama nama buah buahan belum semahal sekarang, saat digunakan bukan untuk dimakan.

Dan sekali lagi, saya salut pada para pembuat inovasi pemasaran yang telah menciptakan gaya hidup baru bernama paket haha hihi yang bisa menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang tak ada.

Okelah kisanak, saya juga harus cepat cepat membeli bebat telinga bernama het-phone ini rupanya, biar tak dianggap orang jaman Fatahillah.

1 comments:

SIP MAJU TERUS PANTANG MUNDUR SEDULUR...

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...