Monday, 13 June 2011

Hidup itu sederhana


Hidup itu sederhana

Ya, hidup itu ternyata sangat sederhana. Yang membuat tidak sederhana adalah kita juga.

Bahkan, hidup di Jakarta pun yang katanya orang orang penuh intrik, banjir, pengap, sumpek, macet, dan nggak nyaman….. eh ternyata simple dan sederhana.

Sesederhana kita memandang hidup itu sendiri,. Kadang kita mengira hidup itu akan susah jika nggak punya pacar cakep, nggak punya anak, nggak punya suami, nggak punya istri, nggak punya mobil, nggak punya motor bagus, nggak punya hempon bagus ataupun perhiasan bagus, dan ternyata karena pikiran kita tadi, kita jadi merasa menjadi yang paling kurang, paling menderita dan paling nggak nyaman karena kita memandang sesuatu dengan tidak sederhana.

Kita merasa nggak cukup dengan apa yang kita punya, dan menjadikan kita mati matian sampai menggunakan kaki jadi kepala, kepala jadi kaki dan macem macem, padahal… yah, kita makan nggak bisa sebanyak sapi, dan tidur cukup dengan tempat sekasur, nggak bisa kita tidur di lapangan yang luas (kalau kita punya kamar yg seluas lapangan). Dan toh, kita hidup ini nggak sendirian, kita semua sudah diatur ma Dia, rejeki kita pun sudah diatur ma Dia.

Jadi, apa yang kita takutkan? Takut rejeki kita tertukar, diambil orang lain atau nggak kebagian rejeki?

Coba anda minum air pas buka puasa, setelah seharian nggak makan dan minum, rasanya akan sangat nikmat. Dan tegukan yang pertama yang paling nikmat, kemudian berangsur angsur menjadi biasa dan nggak nikmat lagi. Tapi ada yang bisa membuat tegukan selanjutnya itu tetap nikmat dan semakin nikmat, yaitu kita bagi kepada temen samping kita yang membutuhkan air juga untuk berbuka. Melihat mereka bisa berbuka puasa akan mebuat tegukan ke 4 dan ke 5 yang tadi rasanya biasa ( bila kita minum sendiri) menjadi terasa luarbiasa saat kita bagikan.

Padahal, jika kita merasa nyaman dengan hal sekarang, yah semuanya akan sederhana, sesederhana anak kecil yang hanya berfikir sederhana, tentang hari ini, besok dan nanti.

Hidup itu sederhana banget, sesederhana kita memandang hidup itu sendiri.

Saya malah takut, menganggap hidup itu nggak sederhana, sehingga saya harus berfikir keras menaklukkan nya, padahal, sederhana saja J

Nikmati hidup, nggak usah takut akan besok, karena besok adalah misteri ( kata gurunya Kung pu panda), hari ini hadiah dan kemaren adalah sejarah.

Berfikir sederhana, berbuat luarbiasa, berbagisampaiMATI

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...