Tuesday, 12 April 2011

Ijin Lisensi seluler Bakrie Telecom dikeluarkan, siapa yang untung, siapa yang buntung?


Ijin Lisensi seluler Bakrie Telecom dikeluarkan, siapa yang untung, siapa yang buntung?

Akhirnya, Menkominfo memberikan ijin lisensi seluler kapada Bakrie Telecom, sehingga sekitar 2 tahun lagi ( rencana) di Indonesia ini akan tambah satu lagi operator telekomunikasi , sehingga menambah rame persaingan dunia telekomunikasi.

Trus, siapa yang telah diuntungkan? Kalau dari kacamata pelanggan, tentunya semakin banyak pemain, semakin banyak pilihan yang nantinya bisa kita gunakan, Tull nggak?. Terleps itu dikaitkan dengan koalisi Golkar PKS atau kedekatan Tifatul dg Bakrie, tak jadi soal. Yang penting harag telekomunikasi menjadi semakin bersaing ( yang penting jangan sampai ada kartel saja ) .

Ingat, jaman dahulu, dimana hanya segelintir pemain di dunia telekomunikasi Indonesia, biaya sms per sms bisa sampai 350 rupiah, dan sekarang? Hehehehe. Biaya telepon mahalnya minta amirr, dan sekarang telepon sejam hanya habis 900 rupiah, padahal antar kota, atau interlokal kalo istilahnya telepon fixed line. Alhamdulillah semakin banyak operator yang menjadi semakin ketat persaingannya, dan terjadi perang harga yang dampaknya membuat harga telekomunikasi menjadi mendekati harga yang sepantasnya. Jadi, semakin banyak pemain, semakin menyenangkan bagi saya, bagi pelanggan. Ibaratnya dulu di depan rumah ada 7 pedagang makanan yang emnawarkan makanan jenisnya beda beda, sekarang ada satu lagi pedagang masuk, nah menjadi berwarna bukan?

Nah, siapa yang kalang kabut? Ya tentunya pemain yang sudah ada, apalagi yang mempunyai market share besar. Siap siap perhitungan labanya dikoreksi diakhir tahun , 2 tahun lagi. dan tentunya teman teman yang punya afiliasi dengan para pemain telekomunikasi yang sudah ada pasti tidak senang dengan keadaan ini :) . kalau dari konsumen, saya menjamin akan lebih suka jika semakin banyak layanan. :)

Siapa para pemain telekomunikasi di Indonesia sekarang dan para pemgang sahamnya? Ini datanya 2008 :

PT.Indosat 41,94 % sahamnya dikuasai ST Telemedia (STT) anak perusahaan Temasek Singapore

PT.Telkomsel 35% sahamnya dipegang oleh SingTel anak perusahaan Temasek Singapore.

PT.Excelcomindo 66,98% sahamnya dikuasai Telekom Malaysia ™,

PT.Natrindo (Lippo Telecom) 95% sahamnya dikuasai Maxis Communication, PT.Cyber Access 60% sahamnya dikuasai Huctchinsons Telecom Hongkong.

PT.Mandara Seluler, 24,7 % sahamnya dikuasai Polaris Mobile.

Juga tercatat Twinwood Ventura dari Sampoerna Group menguasai 58% saham PT.Mandara Seluler.

Bagaimana dengan Bakrie telecom? Sepertinya peta akan berubah, dan persaingan semakin menjadi.

Biar penetrasi telepon selular di Indonesia terus naik dari kisaran 30% kea rah 50% atau lebih dan merata.

1 comments:

kewajiban lisensi2 sebelumnya aja belum dipenuhi koq sudah minta lisensi baru!

mentang2 yang punya juga ketua partai besar di indonesia semua bisa di atur dan di beli!

Mendingan uang nya buat bayar korban Lapindo dan bayar pajak yang bener deh!....
(jangan ngemplang pajak terus)

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...