Sunday, 20 March 2011

Ini rahasia kita, kisanak! Kita Lebih makmur dibanding USA, Fakta!


Pasti kisanak kabeh bingung, darimana negeri Amerika mendanai perangnya di Irak, di Vietnam, di Libya ( yang akan mulai) dan di Negara Negara lain, padahal negara Amerika adalah negara penghutang terbesar dunia yang per hari ini, Minggu 20 Maret 2011 adalah sebesar US$ 14,246,429,000 atau sebesar 14.2 trilyun dollar amerika, bahkan menurut Laurence Kotlikoff , seorang Pak professor ekonomi di Boston University, utang Amerika sebenarnya adalah 200 Trilyun Dollar Amerika, dan Amerika telah Bangkrut yang diulas Bloomberg ( http://www.bloomberg.com/news/2010-08-11/u-s-is-bankrupt-and-we-don-t-even-know-commentary-by-laurence-kotlikoff.html)

"Dan yang lebih mencengangkan, gross debt to GDP ratio nya mencapai 97% !! bandingkan Indonesia yang hanya punya hutang Rp.
1676 Trilyun dibanding dengan GDP Indonesia yang Rp.6253 Trilyun atau berarti hanya sekitar 26%. Artinya bhawa bila Amerika ingin melunasi hutangnya ( dengan asumsi data pemerintah USA yaitu utangnya 14 Trilyun US Dollar) maka akan menyedot hampir 97% dari total PDB tahun itu, beda dengan Indonesia yang lebih cukup makmur yang nila hutangnya hanya 26 % terhadap GDP nya".

Nah waktunya kita buka kartunya :)

Dahulu, sebelum ada ketentuan pencabutan Bretton Woods, dimana pencetakan uang kertas sangatlah ketat karena adanya jaminan emas ( jadi setiap uang kertas dicetak, maka emasnya memang ada sebagai jaminan bahwa uang kertas yang berupa kertas dicetak dengan angka angka diatasnya itu setara dengan emas yang benar benar dimiliki oleh bank sentral), nilai uang kertas adalah sangat stabil dengan emas.

Tetapi setelah Bretton Woods dicabut pada Agustus 1971, maka tak ada kaitannya lagi antara emas yang dipunyai Bank Sentral Amerika atau yang biasa disebut The FED dengan uang kertas yang dicetaknya.

Efeknya? Uang kertas begitu mudahnya dicetak, tanpa adanya cadangan emas, sehingga nilainya otomatis akan semakin jauh tertinggal dibanding emas itu sendiri. Dari data menunjukkan bahwa pada bulan Agustus 1971, satu ounce emas harganya adalah USD 35/oz dan sekarang harganya adalah USD 1,419.55/oz atau telah naik sebesar 4055% !! ( data kitco.com )

Nah, dengan mudahnya pencetakan uang tadi, Amerika untuk menutup financial gap nya adalah dengan menerbitakan surat utang sirat utang yang disebar melalui system financial yang ada dan mengandalkan tampilan luar amerika yang memang selalu perkasa ( padahal ekonominya hancur). Tiap kali congress menyetujui anggaran perang dengan Afganistan, Libya ( sekarang) , Irak dan tempat tempat lain maka mereka tinggal menuliskannnya di anggaran pertahanan dan nantinya bisa dicarikan hutangan dari penerbitan surat utang.

Darimana mereka membayar beban bunga dan pengembalian surat utang tadi?? Ya dari mencetak uang dollar yang memang sampai sekarang menjadi the world’s predominant reserve currency itu. Mudah kan??

Walaupun sampai sekarang dana yang telah dikeluarkan untuk biaya perang di Irak dan Afganistan telah mencapai US$ 1.15 trilyun!! Dan itu mah gampang karena bisa mencetak uang sendiri. :) Dan itu dilegalisasi dengan istilah Quantitative Easing I dan II yang disahkan di Konferensi Negara Negara Maju G20 kemarin akhir 2010.

Tapi namanya hutang adalah tetap hutang, dan bilamana uang dicetak terus menerus untuk membayar hutang hutang yang ada padahal isinya pepesan kosong, maka investor akan menjadi tidak percaya pada penerbit surat utang, bila surat utang tak lagi begitu dipercaya/ menarik maka salah satu caranya adalah menaikkan suku bunga surat utang itu yang pada akhirnya adalah kembali membutuhkan pencetakan uang uang baru yang semakin bertambah banyak.

Selamat menikmati jaman kehancuran Dollar kisanak!!

Oh ya, bila ingin melihat bagaimana risaunya warga Amerika melihat utang mereka yang menggunung, silahkan melihat data hutang yang mereka ciptakan real time di sini, dan lihat juga betapa mereka juga sedang berkampanye untuk menyadarkan warga dan negaranya akan hutang yang terbesar sedunia!!

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...