Thursday, 31 March 2011

Hindari Kartu Kredit sebelum anda Tewas!, kisanak


“ para pemilik modal itu berfikir keras, bagaimana caranya agar uang mereka bisa beranak dengan cepat tanpa keluar keringat seperti para kalangan bawah itu, maka diciptakanlah iklan besar-besaran agar orang orang hidup melampaui kekuatan keuangan mereka dan berbelanja barang yang bukan menjadi kebutuhannya dan diluar kemampuan keuangannnya, dan akhirnya untuk menutup kekurangan itu mereka disodori pinjaman dengan bunga yang mencekik dan terus berbunga”

Judul saya terinspirasi dari headline detik bahwa ada seorang yang mati gara-gara dihajar debt collector karena urusan kartu kredit hari ini.

Alasan simple saya adalah karna saya gak punya banyak uang untuk memenuhi keinginan saya. Tetapi saya akan memenuhi kebutuhan hidup, dan tentunya tidak dengan berhutang, apalagi dengan bunga tinggi dan mencekik.! Saya ingin yang kontan kontan saja ! Hidup nyenyak!

Yah, pasti anda akan bertanya gini:

“lho pakdhe, kan nanti enak, kemana mana tidak bawa uang, simple, ketika ada promo tiket pesawat juga kita bisa beli?”

Begini, ponakanku:

Sekarang, coba dilihat dulu di surat tagihan, berapa suku bunga yang ditetapkan bank kesayanganmu untuk penggunaan kartu kredit untuk pembelanjaan dan pengambilan tunai?

Begini, dalam kartu kredit, ada dua pemakaian yang lazim , yaitu pengambilan tunai dan pembelanjaan.

Pengambilan tunai adalah ketika jika pemegang kartu kredit itu menarik uangnya di atm atm yang bekerjasama dengan kartu kredit ( biasanya semua atm terhubung).

Berapa biayanya? Biasanya untuk tiap pengambilan tunai ini, pemegang kartu kredit dikanakan biaya berkisar antara 25.000 rupiah sampai dengan 50.000 rupiah sebagai biaya administrasi jaringan atm yang digunakan (kalo dalam kartu atm biasa/kartu debit biasanya dikenakan 5.000 rupiah bila kita beda bank) istilahnya. Dan ini belum karena pemegang kartu kredit akan dikenakan biaya sebesar minimal 50.000 rupiah atau 5% dari total uang yang diambil sebagai cash advance, hehe. Da jangan lupa, bunga yang ditetapkan sebesar 4% per bulan, alias dalam setahun anda akan dikenakan bunga/ rente sebesar 48% dengan system bunga berbunga, jadi bila utang 10.000 kena bunga 500, maka nanti jumlah pokok pinjaman bukan lagi 10.000 tadi, tetapi 10500 dan seterusnya .

Jadi, bila anda mengambil uang di atm dengan kartu kredit anda tadi, anda harus mengembalikan sebesar :

1. Biaya administrasi jaringan atm 25.000 rupiah (dibebakan saat pengambilan)

2. Biaya pengambilan sebesar 5% dari 1.000.000 = 50.000

3. Biaya materai (walau kita membayar via atm tetap dikenakan) = 6000 ( dibebankan saat pembayaran

4. Biaya administrasi bank ( dibebankan saat pembayaran) besarnya bervariasi antara 5000- 7000 tergatung bank yang anda gunakan.

5. Pokok pinjaman , sebesar 1.000.000

6. Bunga ( bila anda bayarkan setelah jatuh tempo) = 4% * 1.000.000 = 40.000

7. Biaya keterlambatan ( bila ada), jumlahnya bervariasi tergantung bank anda, dan dengan sitem bunga berbunga

Total yang harus anda bayar di akhir bulan adalah : 25.000 + 50.000 + 6.000 + 7.000 + 1.000.000 + 40.000 = 1.128.000 rupiah.

Jadi, bank akan mendapatkan tambahan uang sebesar 128.000 rupiah per bulan, atau akhirnya sekitar 12% dari total pinjeman ke kita.

Nah, biasanya hal ini akan dianggap angin lalu, dan sepele oleh para pemegang kartu kredit, karena apalah artinya uang 128.000?? tetapi akan terasa ketika banyak hal yang harus kita lakukan di akhir bulan ketika kita juga dihadapkan oleh banyak tagihan seperti ini.

Tulisan ini akan bersambung, kisanak!!

“ para pemilik modal itu berfikir keras, bagaimana caranya agar uang mereka bisa beranak dengan cepat tanpa keluar keringat seperti para kalangan bawah itu, maka diciptakanlah iklan besar-besaran agar oaring orang hidup melampaui kekuatan keuangan mereka dan berbelanja barang yang bukan menjadi kebutuhannya dan diluar kemampuan keuangannnya, dan akhirnya untuk menutup kekurangan itu mereka disodori pinjaman dengan bunga yang mencekik dan terus berbunga”

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...