Saturday, 5 February 2011

Kamu Dirampokk, kisanak!!

Kamu Dirampok, Kisanak!!

Berapa persen kenaikan gaji anda dalam tiga tahun belakangan ini??

Yah, pertanyaan yang tak perlu anda jawab pada saya, apalagi anda tulis dalam kolom komentar, cukup ditulis dalam secarik kertas dan tulis. Kemudian saya akan berikan data ini : ( dari BPS aliyas biro pusat statistic yang mengurusi angka angka di negeri ini).

Kenaikan harga bahan pangan di tahun 2010 ( dari januari - desember )15.64% , dan untuk 2009 adalah 3.88%, tahun 2008 adalah 16.35; 11.26% pada 2007 dan 12.94% pada tahun 2006. Jadi total inflasi bahan pangan atau bahasa simpelnya kenaikan harga bahan pokok adalah 60.07%

Andaikan pada tahun 2006, harga beras adalah Rp5.000, maka tahun 2010 harga beras akan menjadi Rp.8.000. Artinya bila pada tahun 2006 para pekerja dengan gaji Rp.30.000 bisa membeli bahan pokok sebanyak 6 kilogram, tetapi bila pada tahun 2010 dengan uang yang sama ( karena gajinya gak naik dan iklim investasinya gak menguntungakn, dagangan serettt dan lain lain), para buruh ini hanya mampu beli bahan makanan pokok sebesar Rp.30.000 : 8.000 = 3.75 kg!!

Jadi, ketika gaji anda dinaikkan sebesar 30% selama rentang tahun 2006-2010, maka sebetulnya anda masih tekor 30.07%. Trus Bagaimana nasib para pekerja non formal yang tak mengenal kenaikan gaji gimana?

Dari 230.000.000 penduduk Indonesia ini, hanya berapa gelintir yang menjadi kaum formal dengan gaji bulanan dan naik mengikuti inflasi ini? Maka tak heran jika angka angka kemiskinan yang dilaporkan BPS tetap ada dan makin membesar ( walau kadang disamarkan dengan angka yang makin berkurang dengan mengutak atik aturan untuk mengkatagorikan orang bisa dianggap miskin atau belum)

Jadi sebenarnya, bukan karena orang orang kita yang malas, tetapi karena “Pemisikinan terstruktur” ini yang menjadi musuh bersama. Betapa tidak, jika seorang yang yang sekarang mati-matian bekerja keras sama seperti tahun 2006, tetapi tanpa disadarinya, uang hasil jerih payahnya akan HILANG dan BERKURANG tanpa dia bisa complain , karena penyakit ekonomi modern bernama Inflasi

(-) trus masdhenk, caranya gimana biar tekornya itu tertutup? Soalnya boro boro naik sampek 30%, naik 15% ae syukur.

(+) Nah, gini tole, jare para pakar iku, para pakar sing darah kapitalise gak banyak banyak J , cara nya ada beberapa cara untuk mengakali peluruhan harag uang kita.

1. Simpan asset anda dalam instrument yang nilai returnya, ato bahsa kerennnya bisa memberikan keuntungan minimal lebih dari nilai inflasi harga bahan pokok ( untuk mengamankan anda dan keluarga dari kesengsaraan naiknya harga bahan pokok di kemudian hari)

2. Putar uang anda untuk hal hal yang bisa memberikan return lebih dari peluruhan yang berama inflasi tadi. Caranya ya diputar di perdagangan, pertanian atau perkebunan atau hal hal yang menjadi keahlian anda. Rekomendasi saya, bila anda menyimpan dalam instrument tabungan, maka cek dulu apakah bunga yang diberikan mereka sepadan dengan inflasi yang harus anda tanggung.

3. Ganti pola hidup anda dan tabrak hokum ekonomi yang menyatakan bahwa “ bila pendapatan naik, maka otomatis naik juga nilai konsumsi orang yang bersangkutan. Usahakan menggunakan uang dan asset anda untuk hal hal yang bisa memberikan return, dan bukan untuk hal hal yang bersifat konsumerism.

4. Sedekah, dan membantu kaum yang lemah yang terancam bahaya kelaparan. Niscaya pasti dibantu oleh sang Pemilik Rizki.

(-) klo poin 1 sampai 3 diatas masuk akal pakdhe, tapi klo point 4 itu, apa juga bisa?

(+) Nah, iki disik thole. Nanti disambung lagi. Iki sudah mau magrib, ayo berangkat ke mesjid dulu J

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...