Sunday, 23 January 2011

Beban

Sebenarnya saya sering ke stasiun ini, entah karena mengantar teman, mengantar tetangga, saya sendiri yang bepergian atau hanya sekedar melepas kangen melihat kereta beroda besi ini jalan. Itu cukup membuat saya gembira, Seperti jaman saya dulu sangat gembira melihat sepur tebu di sepanjang jalan Gorang gareng- Magetan yang mengeluarkan asapnya dan peluit yang membuat saya meloncat kegirangan. Yah, saya mungkin salah satu yang suka akan kereta api, sampai sekarang.

Dan, saya datang lagi ke stasiun kereta api Jatinegara, stasiun yang letaknya dekat dengan penjara yang cukup terkenal di negeri ini, LP. Cipinang. Tetapi kali ini saya tak tertarik untuk membicarakan tempat dimana banyak jeruji besi yang ditempati banyak orang terkenal di negeri ini. Saya hanya akan selalu teringat tentang lelaki-lelaki berpakaian oranye yang ada di Jatinegara.Porter atau pengangkut barang.

Ya, para porter yang seharusnya menjadi hal biasa dan sering saya lihat itu, kemaren membuat saya terpana. Saat saya harus membawa barang dari temen yang banyaknya lumayan, saya mengeluh, dan otomatis memaki dalam diri sendiri, bawa barang kok banyak banget, seakan mau pindah rumah saja ( dalam hati saya). Yang mungkin sangat akan merusak tingkat mood saya dan hati saya saat membawakan barang teman yang banyaknya lumayan itu.

Nah, saat saya begitu mengeluh dan merasa berat dengan beban yang banyak itu, saya justru diajari senyum oleh para porter yang ada di tempat berkumpulnya kereta api itu. Saya jadi membandingkan dengan saya sendiri. Beban barang bawaan yang saya anggap menjadi barang yg berat dan menyusahkan itu, yang harus saya jinjing kemana mana dan membuat otot-otot tangan saya keluar dan bekerja keras itu, justru menjadi berkah yang sangat-sangat ditunggu oleh para tukang angkut itu. Mereka seharian berharap bahwa hari itu dapat beban yang banyak, agar anak-anaknya menjadi tersenyum karena bisa minum susu yang cukup dan istrinya juga tersenyum karena bisa masak nasi lagi.

Dan ternyata beban yang saya hindari dan harus saya bawa ini menjadi berkah yang ditunggu-tunggu oleh porter-porter ini. Saya menjadi malu, menjadi merasa hina, dan bodoh karena terus malas untuk melihat sesuatu dengan cara yang lain.

Oh ya, ternyata kereta teman saya sudah datang dan beban barang bawaannya sudah aman dibawa oleh porter itu.

Semoga mereka selalu mendapat beban yang banyak di tiap hari, agar tetap melihat senyum anak dan istrinya.

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...