Temaram Senja

Sore hari yang tenang ........

Tersenyumlah pada duniamu

Dan engkau akan mendapati seluruh dunia tersenyum padamu

Selalu berbagi kesenangan, berbagi kebahagiaan

Selalu berbagi kebahagiaan , berbagi kesenangan, berbagi kebahagiaan, membuat hidup terasa begitu indah

dan harus kembali kukatakan

Dunia begitu indah untuk sekedar dinikmati sekadarnya....

Merasa bosan dengan duniamu?

Ambil kuas, dan warnai duniamu, sesukamu.

Jumat, 27 Januari 2012

Bila para petani tua itu MATI, siapa lagi yang mau jadi PETANI?

sawah di magetan

sawah di magetan

saat mudik libur imlek kemaren, membuat saya miris..

ternyata kampungku sangat sepi dikala tak ada event tanggal merah nasional. Sangat sepi bukan karena tak punya sumber daya yang handal… sama sekali bukan, tetapi sangat sepi ditinggal orang orangnya yang merantau… mengadu nasib di kota, ..

saat ini..siapapun itu, mengadu nasib di kota, entah surabaya, entah jakarta, atau bahan luwar negara.

Trus hubungannya dengan ke-mirisan saya apa??

yaaa.. apa lagi klo nasib para petani di desaku…, sekarang para petani itu yang ada hanyalah tinggal pak- pak tua jompo yang memang sudah nggak punya niatan lagi ke luwar negeri, sudah tak punya alasan lagi untuk keluar dari tanah kelahirannya.. walau kadang di iming-imingi agar pindah ke kota, ke jakarta dan ke surabaya.. mengikuti jejak keberhasilan anak-anaknya.

sekarang para petani di desaku hanyalah dijaga oleh para anak anak muda yang bisa dihitung jari, yang memang mengakui tak bisa bersaing di tanah rantau karena ijazahnya, atau karena harus menunggu orang tuanya yang sudah sepuh.

Saat ini, semua lahan garapan di desaku nggak ada yang menggarap, selain para orang tua yang sudah (maaf )agak rabun kalo malam menjelang, yang sudah kedinginan kalau hujan datang tiba tiba.

Profesi menjadi petani adalah profesi yang sangat sangat dihindari di sini, para anak anak kelahiran kampungku disini lebih memilih kuliah jurusan teknik sipil, teknik elektro, teknik perminyakan atau bahkan ada yang memilih teknik nuklir, yah karena memang rata-rata cerdas.

Tapi.. saat melihat hamparan sawah di kampung, saya jadi berfikir, ketika para orang tua itu nanti telah tiada, siapa yang mau meneruskan mengayunkan cangkulnya? menjaga air yang harus terus mengalir ke sawahnya.

Ataukah nanti, semua orag harus beli nasi ke Thailand? ( beli beras maksudnya), atau nanti semua dari kita mengantungkan makan kita ke vietnam dan China?

Saya hanya berdoa, agar para petani itu terus bekerja keras, agar semua orang metropolitan ini bisa terus makan, karena kami semua masih makan hasil pertanian…

salam rindu buat kampungku

*dibuat saat masih nyantrik di bumi rantau

gambar diambil dari blog photo disini ; mylifepic.blogspot.com


Rabu, 18 Januari 2012

Mendatangkan barang dari China

Nah, seperti yang pernah saya janjikan, akan saya share tempat tepamt yang menjadi favorit saya untuk kulakan barang dari China, salah satunya adalah di tempat ini, atau klik bannernya untuk langsung diarahkan ke halaman diskon valentine

Valentine's Day Gift On Sale: Up to 15% OFF,Free Shipping@Focalprice.com

di tempat ini, banyak sekali barang barang yang bisa kita beli dan kita jual lagi disini, baik lewat online maupun offline, lumayan kok margin labanya, jadi saat browsing internet nggak melulu menhabiskan pulsa hanya untuk cekakak-cekikik saja di fesbuk atao twitter, tetapi bisa menambah pundi pundi uang kita.

Clearance Center: Save Up to 50%  With International Free Shipping @ FocalPrice.com

oh ya, silakan langsung kunjungi tempat saya kulakan di bawah ini, klo masih ada pertanyaan, silahkan tulis di form komentar.

Minggu, 15 Januari 2012

Saya jelas menentang bila subsidi BBM dialihkan untuk beli kloset tempat berak anggota DEWAN!

kloset

Saya jelas nggak setuju bila pembatasan BBM ini ujung ujungnya hanya untuk menutup deficit gara gara pembangunan tempat kencing dan berak anggota dewan!! Saya juga nggak setuju dan melaknat bila kelebihan hasil pemotingan subsidi BBM ini nantinya hanya digunakan untuk mengegolkan tender tender pembelian furniture furniture mahal yang jelas hanya membuat broker broker proyek di gedung KEBUN BINATANG itu makin gemuk dan pongah.

Saya setuju bila beban subsidi BBM ini dialihkan untuk kepentingan rakyat, membuat para nelayan mempunyai perahu perahu yang layak sehingga tak ada alasan lagi Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk import ikan seperti yang telah dilakukan saat ini.

Saya juga akan mendukung penuh bila uang yang dihasilkan dari penghematan subsidi ini untuk memberi subsidi untuk sekolah sekolah yang hampri ambruk, perguruan tinggi yang menyediakan pendidikan dengan tariff khusus orang kaya dan penyediaan jembatan jembatan yang layak di dareha dareha terpencil.

Tolong, para penghuni kebn binatang yang banyak memelihara ikan itu untuk rajin membaca, bahwa banyak di daerah daerah yang menjadi basis pendukungnya saat pemilu, jalan tak bisa diperbaiki lagi karena tak ada dana, jalan jalan rusak sehingga mereka tak bisa menjual hasil panennya, sehingga miskin adalah bukan lagi takdir yang harus mereka terima, tetapi kutukan yang harus mereka nikmati, karena tak bisa bersaing dengan yang lain yang mampu mengenyam pendidiakn cukup karena akses eokonomi yang lebih lebar.

Saya tak akan menggunakan kata kata “ berharap, menghimbau atau prihatin” lagi untuk mengomentari kemiskinan yang terjadi. Harusnya mereka ingat, amanah keddukan yang saat ini mereka nikmati adalah hal yang paling berat yang akan mereka pertanggung jawabkan kelak di hari akhir.

Sekali lagi saya menentang pembatasan subsidi BBM untuk rakyat hanya untuk agar bisa membeli mebel mebel mahal dan kloset kloset mahal untuk kencing dan berak para anggota dewan yang ada di kebun binatang itu.

Sabtu, 14 Januari 2012

Saatnya Memaki Pohon, Hujan dan Kemacetan!



(foto: dok pribadi)

Saatnya menyalahkan pohon dan hujan

Hari hari ini, kuping saya banyak mendengar orang orang mengumpat hujan dan pohon! Ya, Hujan dan pohon yang diumpat karena telah membuat banjir, macet, jemuran ndak kering. Dan pohon? Apalagi klo nggak membuat orang orang tertimpa pohon tumbang, jalanan macet karena pohon tumbang, ada orang kesetrum listrik dan tewas karena ada pohon tumbang!

Yah.. saya nggak akan menambah lagi jumlah orang yang memaki pohon dan hujan. Apalagi di kampung saya, hujan tiap hari dan pohon tumbang banyak sekali, toh orang menganggapnya berkah. Banyak hujan berarti harus ada yang ditanam di sawah, banyak air berarti harus lebih giat mengolah kebun dan ladang. Ada banyak pohon tumbang? Wah berarti nggak perlu manjat pohon untuk nyari pakan kambing kami yang banyak, cukup membabatinya dari pohon pohon yang tumbang itu.

Tempo hari, saya diajak main ke kampusnya teman, orang yang terpelajar, yang sekolahnya di universitas tertua di negeri ini, mana lagi kalau bukan kampus kuning di depok itu. tapi bukan itu yang saya bahas, tetapi yang saya bahas adalah kesamaan antara kampus kuning itu dengan negeri ini. Kampus itu mirip miniatur negeri ini. Ada lembaga lembaga yang mengawasi jalannya pemerintahan, ada negeri negeri kecil yang dibawahi oleh ketuanya masing masing, ada juga presiden yang posisinya diperebutkan oleh banyak orang, ada intrik dan kudeta. Dan ada rakyat, yang tiap semester rela membayar pajak!! Oooh bukan itu yang saya maksudkan.

Kesamaan UI dengan negeri ini adalah cuman pengandaian saya saja. Bayangkan bila di hutan ui itu, yang memang didesain untuk hutan, bayangkan bila dibawahnya ada banyak orang , ada banyak pemukiman, tentulah akan runyam bila ada hujan gede, angin gede atau pohon tumbang!! Pastilah orang orag akan rame rame menyalahkan si pohon dan si hujan!! Tetapi kenyataannya di kampus itu, ada ribuan pohon yang ditanam dan tiap hari ada puluhan pohon yang tumbang ( di hutan itu, di negeri itu) tetapi ndak ada yang protes, malah terus dilestarikan!

Ada yang salah, ketika tempat ohon dan tempat turunnya hujan kemudian ditempati dengan semena mena, diduduki dengan serakah dengan alasan ekonomi, pusat pemerintahahn dan kebodohan, dan kemudian bila pohon dan hujan itu menyapa mereka dengan kepolosan dan kealamiannya, mereka disalahkan!!

Bukan pohon dan hujan yang salah, tetapi manusianya yang salah, yang tak mau berfikir untuk pindah dan merelakan tempat pohon untuk pohon, dan tempat air hujan mengalir untuk hujan.

Apakah sudah benar benar diperjuangkan, kapan kita pindah ibukota Negara? Daripada terus merutuki Jakarta yang makin tua ini?

Mau nambah jumlah kereta yang melayani orang orang bekerja di pagi hari untuk mengurai kemacetan?? Ahaaa.. tidak semudah itu kisanak, karena semakin banyak kereta yang dioperasikan maka akan banyak pintu lintasan kereta yang akan tertutup untuk waktu yang lebih lama, yang artinya macet.

Mau membuat busway? Ahaaa.. jalan manalagi yang akan dikorbankan?? Yang harus dibelah untuk tempat busway dan akhirnya tetap saja menjadikan jarak Jakarta kota dengan depok minimal 3 jam perjalanan, itu sama saja perjalanan dari magetan ke jombang!!

Di ibukota ini, harga kemacetan sudah luar biasa, ongkos yang harus dbayar baik untuk ongkos langsung maupun tidak langsung sungguh luarbiasa!! Bayangkan, berapa produktifitas yang terbuang gara gara harus macet-ria di Jakarta, berapa banyak bensin yang harus digunakan dan dibakar untuk bertahan di kemacetan dan harus menyalakan ac mobil, berapa waktu efektif yang terbuang gara gara harus berangkat jam 4 pagi agar tidak kena macet dijalan??? Dan berapa banyak orang yang telah menjadi korban kebakaran karena rapatnya rumah mereka, berapa banyak orang yang tertimpa pohon yang memang itu sudah waktunya rubuh?

Sudah saatnya ibukota ini dipindah!! Sudah saatnya pusat pemerintahan dan pusat perdagangan dipisah!! Sudah saatnya negeri ini dibuat seperti tata lingkungan di UI, ada tempat pohon di hutan, ada danau untuk menampung air hujan yang besar dan ada tempat pemukiman pemukiman dan negeri negeri kecil bernama fakultas-fakultas! Saat ada pohon tumbang, saat ada hujan lebat tak ada yang mengumpat!! Dan saudah saatnya ada kudeta? Kwkwkwk (klo ini jangan mencontoh UI)

Sudah saatnya perumahan tidak sepadat sekarang dan sudah selayaknya pohon tumbang disambut sukacita, begitu juga hujan lebat datang disambut dengan suka cta, bukan disambut dengan makian!!

Apakah ente sudah kena macet hari ini, kisanak?

Sabtu, 07 Januari 2012

Be careful with paypal, or your money will be LOST!!



Did you ever know paypal?
one of payment processor that is widely used on the internet, and most widely used on ebay? my advice is you should be careful with paypal, your money could be taken by paypal and will be used by them for 180 days or half a year! and of course that money can not you use to Whatever and will be retained by paypal!!




Do you know the reason? yes .. according to paypal because maybe your funds suspected of illegal funds, and others. Essentially they have confidence and have the right to use the cheap funds without interest! No need to borrow money to the bank with high interest, simply by creating a policy to hold funds for 180 days, then paypal will get cheaper funds with no interest!




imagine, if one day they / paypal can withstand a minimum fund of 400 dollars only, and there are 5000 people whose funds hold, you will find the sum of USD $ 2,000,000 per day, or the equivalent of USD $ 60,000,000 per month! and no interest!no surprise if paypal quick rich:)



whereas, the actual reason for the detention paypal customer funds were also sometimes absurd, sometimes with reason because the login is not correct, reasons of security which states that anyone other than authorized users log into your paypal account, so for the sake of security, the user official must submit proof of identity and sacn credit card, and then the decision is up to paypal, who often says "sorry, for security reasons, we will hold your funds for 180 days."


in this country, many banks that have implemented high security for its customers, so there can be no intruders are using authorized user accounts. it is because each person is given a token, which is used for all transactions, without the token, no transactions can be done.


If paypal have good faith in doing business, protecting consumers, of course, security issues are not just the responsibility of the user paypal, but paypal and should be the responsibility of users. not like today, when there is strangeness, either login or whatever, which are the responsibility and the guilty party is a paypal user, then the user is punishable by "should lend money parda paypal.



careful with paypal, or your funds will be used for 180 days, without any interest that you can enjoy!

Minggu, 18 Desember 2011

Masih Kerja Ikut Orang? Macan!



Hari minggu kemaren, entah kemaren yang mana, saya yang biasanya nggak baca tulisan tulisan di rubrik wanita,

akhirnya kok nyatol di tulisannya samuel mulia, yang sering memparodi di minggu pagi.

Masih kerja ikut orang? Yah sentilan yang membuat banyak orang akan menjawab : sinis, tenang, menjawab dengan bangga dan juga macam macam. Dan kalo pun saya ditanya hal itu akan saya jawab dengan jawaban yang terkesan tenang :)… saya sudah pensiun mengabdi ikut orang dan cek lok tiap pagi jam 8.30.

Apakah saya bahagia? tentu saja…

apakah saya sekarang banyak uang dibanding saat mengabdi ikut orang???

jawab saya : ah, sama saja, sekarang saya jadi lebih bisa tahu diri saya sendiri, tahu bahwa klo saya nggak bergerak, maka nggak ada makanan buat saya, apalagi keluarga saya. Beda saat dulu masih ngantor yang tiap bulan akan dengan tenang mendapat uang bulanan, yang jumlahnya menyentuh 15 koma lah *).

Saat ini saya malah bisa dengan bangga menyatakan bahwa saya bekerja untuk mimpi saya, mimpi yang akan saya perjuangkan sampai sekarang, yang bisa membuat banyak orang bisa tersenyum dengan menerima upah mereka dari saya tiap bulan.

Apakah sekarang saya lebih santai, tidak seperti dulu saat ngantor? ahhhh… nggak juga, saya malah bekerja lebih keras… karena saya paham, semakin keras saya bekerja, saya sedang membesarkan diri saya sendiri.

Bukan seperti saat saya dulu yang kadang bekerja lebih dari 8 jam, bahkan setahun pun hanya wajib pergi selama 12 hari, sata anak sakit pun nggak bisa tersu berada disampingnya. dan tentunya kembali lagi… saya sedang bekerja untuk mimpi pribadi saya.

Ibarat macan, saya punya pilihan… menjadi macan di kebun binatang, menjadi macan sirkus atau menjadi macan di hutan. Bila menjadi macan di kebun binatang, jelas say akan mendaatkan porsi saya seperti yang seharusnya saya dapatkan. Bila menjadi macan di sirkus, saya harus bisa membuat orang lain berdecak kagum agar say bisa mendapat tips dan makanan yang enak.

Dan akhirnya saya berminat menjadi macan di hutan. Kadang mendapatan makanan besar, kadang tak mendapat makanan sedikitpun, etapi saya menjadi raja hutan.

Dimanakah sampeyan kisanak? masih disitu? atau masih membanting tulang untuk mimpi orang lain? ah itu juga bukan pilihan yang salah!

*) setelah tanggal 15 langsung koma :))


Sabtu, 10 Desember 2011

Penipuan dengan Modus menjatuhkan segepok surat surat berharga ( surat tanah, surat perusahaan dll)




Tadi sore, ngobrol ngobrol dengen temen yang kebetulan tetangganya kena tipu, dan ternyata hal yang serupa pernah saya alami, tetapi tidak saya gubris sehingga saya tidak kena tipu, hahaha karena nipunya kurang pinter dan terlalu goblok buat saya, hahahaha...

Ceritanya begini, suatu pagi pembantu saya yaitu Mak Jamik tergopoh gopoh menemukan map lengkap di depan rumah kami di Magetan, dan ternyata setelah saya buka isinya adalah Cek bank BCA, surat tanah di dengan luas tanah ribuan hektar di daerah papua, foto scan KTP pemilik perusahaan, Tanda Daftar Perusahaan, dan surat surat peting lainnnya.

Karena latar belakang keluarga kami yang suka menolong (halah), istri saya sudah sibuk bingung ingin cepat cepat menghubungi omer yang terdapat di dalam surat / map map tersebut, yang kebetulan ada nomer handphone yang bisa dihubungi.

Tetapi hal itu saya cegah, karena saya agak ganjil dan aneh melihat cek BCA yang dikeluarkan oleh BCA cabang Badung Bali, dan surat tanah yang ada dalam map itu. Semua cek yang saya pegang adalah palsu, terlihat dari kertas yang digunakan, cek bertuliskan cetakan dan bukan tulisan tangan serta tanda tangan adalah cetakan komputer, sehingga saya yang juga sering pegang cek ini heran dan curiga.
Kemudian surat tanah dan TDP terdapat cap dari instansi terkait, tetapi semua cap nya cap hasil print komputer dan bukan cap basah seperti instansi yang dimaksud. Ini semakin menambah kecurigaan saya.

Dan yang lebih mengheranka saya, cek tersebut isinya bukan main jumlahnya, yaitu tertulis 2 milyar rupiah.

Saya curiga, ini adalah modus penipuan baru, dan ternyata pendapat saya benar untuk mengacuhkan suart surat yang saya temukan tadi.
Temen saya barusan cerita bahwa modus yg hampir sama terjadi, orang tak dikenal membuang surat surat berharga dan kemudian akan dihubungi oleh penemu surat itu. Nah pemilik surat itu yang sebenarnya penipu akan mendatangi si penemu, mengecek rumahnya dan pura pura sok sibuk dan gak ada waktu, mereka akan meminjam sepeda motor atau mobil tuan rumah dan bilang akan kembali sebentar untuk mengambil surat surat pentingnya yang masih bersama si penemu.
Dan akhirnya mereka nggak pernah kembali lagi karena memang semua surat itu adalah palesu.

Waspadalah... waspadalah.....

Alhamdulillah saya cukup jeli untuk tidak ditipu penipu2 gobolok semacam itu.
Lihat juga modus penipuan berkedok undian Telkom disini



gambar diambil dari sini :http://benhur-kaka.blogspot.com/2011/11/daftar-toko-penipu-di-fb-not-fjb-hati.html