Temaram Senja

Sore hari yang tenang ........

Tersenyumlah pada duniamu

Dan engkau akan mendapati seluruh dunia tersenyum padamu

Selalu berbagi kesenangan, berbagi kebahagiaan

Selalu berbagi kebahagiaan , berbagi kesenangan, berbagi kebahagiaan, membuat hidup terasa begitu indah

dan harus kembali kukatakan

Dunia begitu indah untuk sekedar dinikmati sekadarnya....

Merasa bosan dengan duniamu?

Ambil kuas, dan warnai duniamu, sesukamu.

Tuesday, 14 May 2013

KPK Laporkan Johan Budi, dan Mardani Ali Sera berganti jadi Jubir KPK

KPK Laporkan Johan Budi, dan Mardani Ali Sera berganti jadi Jubir KPK.

Judul berita diatas bukan isapan jempol atau bohongan . Ini berita tentang Mardani Ali Sera yang menjadi jubir KPK :

Mardani Ali Sera, Juru Bicara KPK

Dan berita tentang KPK yang melaporkan Johan Budi ada di Harian Tribun Jogja edisi 13 Mei 2013.

Halaman 1 Tribun Yogya edisi 13 Mei 2013

Entah, apa karena terlalu bersemangatnya atau terlalau ngefans sama PKS, sehingga kedua kanal berita itu membuat berita seperti itu.



Wednesday, 3 April 2013

Inilah Contoh website penipuan mengatasnamakan telkomsel poin

Alamat website penipuan telkomsel poin ini : http://telkomselpoin-kejutan.jimdo.com/
Website ini dibuat secara gratisan, dan ini penipuan. tolong disebarkan kepada yang membutuhkan, agar makin sempit ruang gerak penipu. Buat telkomsel, tolong agar lebih melindungi konsumennya!
oh ya, ini nomor telepon penipunya yang saya dapatkan dari website penipuan ini :


DRS.TOMY SETIAWAN
Untuk Konfirmasi Lengkap Silahkan Call Center :
0852-8149-0234


penipuan telkomsel poin



Tuesday, 26 March 2013

Punya Korek Gas?

Korek gas. [diambil dari barangtempodoeloe dot com]

Punya Korek gas????

Ternyata, liburan tiap sabtu minggu yang kuperoleh tiap minggu gak pernah kurasakan (dasar gak bersyukur).
Baru  hari ini aku bisa merasakan sabtu yang indah dan minggu yang perlu untuk dinikmati. Yah, dinikmati dengan berbagai rasa, (rasa macam macam yang mungkin  nanti pasti akan kurindukan ketika tidak lagi di jakarta ini, huh)


Pagi pagi banget, temen trans yang mau ngajak ke cibodas, urung karena  melihat cuaca yang tidak bersahabat (padahal aku udah dapat pinjeman jaket parasit, plus perlengkapan kemah ala pramuka ndeso di masa kecilku di ndeso magetan sono)
Gak papa, ternyata inilah awal dari petualangan kami untuk ikut menikmati jakarta dan pinggirannya. (halah, sok backpaker banget :))


Berbekal ransel kusut, yang multi fungsi, (dari membawa oleh oleh dari rumah (kalo pas pulang kampung dan lagi mut),  tempat notbuk, sampek membawa baju baju kotor agar ikut dicucikan orang rumah), plus sandal jepit, kaos kesayangan, dan duwit cukup buat naik KRL dan makan di warteg (makan berapa kali ?), aku siap berangkat , menunggu temenku datang . 


Karena gak datang datang, akhirnya sms pun yang datang ” hey, I tggu di sta kalibata, lu hrs cpt ksni!”.. kujawan singkat : “yup”.

Tanpa ba bi bu, akhirnya datang juga taksi warna telur bebek  bernomorkan 34 jurusan kalibata- al barkah ( yang pernah naek gak boleh ketawa), yang langsung sigap  berhenti melihat pelanggan tetap mau jalan ke tujuan.
—–
————-
—————–
—–
———————————–
(sengaja ku singkat crita ini, karena keburu malem aku nulisnya, ngantuk bo’)
ternyata kawan…..
dunia ini luas buanget…. dan kalian yang baca email ini harus sangat sangat bersyukur. Pagi pagi udah bisa rehat sebentar, sholat dhuha dengan tenang, terus buka kompie dan nerima email gak mutu dari masdhenk ini  :)

Tapi… benar benar dunia yang luas… dan ternyata karena luasnya, gak mengurangi keadilan Gusti Alloh. 

Bayangkan, pas aku jalan jalan, aku ketemu tukang isi korek gas, yang memungut rp. 500 tiap sekali isi korek gas, padahal uang lima ratus  gitu looh. (kalo mau [maaf] kencing di ponten umum aja sekarang min. IDR 1000).. di belain jalan jalan hampir 10 km per hari, dan lagian sekarang banyak dijual korek gas yang baru cukup dengan harga IDR1000. dan tak perlu menunggu abang tukang isi korek gas ini dateng… Duhh.

Tapi bagaimana ujar si tukang korek gas kepadaku: “Ya, mas, klo di pikir pikir, pasti gak “nyandak” pikiran kita, gimana saya bisa menghidupi istri dan 1 anak saya dengan jualan baterai jam tangan dan jasa isi korek gas, Tapi saya yakin, Gusti Alloh “mboten sare” !!! dan ternyata memang rejeki saya disini”, sambil menyeka keringatnya yang akan meleleh menetesi korek gas zippo-ku  yang kuisikan gas padanya.

Setelah itu, kubayar jasa isi korek gas ku yang 500 tadi dengan satu lembar lima ribuan, dan jarak 300 meteran aku segera membuang semua rokok ku, dan kapok tak akan merokok lagi. Karena aku merasa terlalu sombong dengan membakar 12 x  rp. 1000, tiap hari yang sama dengan penghasilan tukang isi korek gas yang harus berjalan 10 km lebih..

Duh…  manusia macam apa aku ini..?????
Gusti , Kulo Nyuwun Gunging Pangaksami..

masdhenk,
[sekitaran kalibata djakarta]

kamus Java – Indonesia
Kulo = Saya
Nyuwun = Meminta/ memohon
Gunging = Agung + ing = Kebesaran, Kelapangan
Pangaksami = Pengampunan
nyandak = sampai
Gusti =Tuhan
mboten = tidak
sare = ( e -nya dibaca seperti membaca e pada sate) = tidur

Saturday, 9 February 2013

Saya suka daging sapi mahal!


Saat ini (banyak) orang yang menjerit karena harga daging sapi yang mahal. Penyebabnya, kata banyak orang adalah karena minimnya pasokan dari dalam negeri dan juga kuota ekspor yang tahun ini dibatasi hamper separuh dari tahun sbelumnya. Pembatasan kuota import daging sapi ini membuat Amerika dan Australia berang akhir akhir ini dan berencana membawa Indonesia ke WTO untuk digugat. Saya nggak akan membahas efek pulitik dari daging sapi ini, saya akan ngemeng ngemeng ringan tentang efek daging sapi, di kacamata saya, seorang pengemar kopi pinggir jalan di magetan, karena harganya cumin seribu ruoiah untuk secangkir kopi nikmat dengan cangkir unik yang gagangnya sudah tak ada.

Kembali mbahas tentang daging sapi. Saat ini harganya sudah mencapai 120 ribu per kilogram (katanya). Semua orang menyalahkan pemerintah, ditambah lagi dosa dosa pemerintah yang sudah bejibun (katanya).
Sebenarnya, siapa sih yang mengkonsumsi daging sapi? Mungkinkah kalangan menengah kebawah rutin makan daging lezat yang acap muncul di hari raya idul kurban ini? Jawabnya : pengkonsumsi daging sapi hanyalah orang orang yang tentunya sanggup membayar harga mahal daging tersebut. Berarti yang nggak mampu, minggir dulu.

Kebijakan import daging sapi seharusnya hanya bersifat insidentil dan berlaku sangat terbatas. Karena bila harga daging sapi naik pun, yang menikmati juga para rakyat yang lebih luas dan banyak di negeri ini. Ketika harga daging sapi naik, maka para peternak bisa senang dan bergairah memelihara sapi, karena harga jualnya bagus. Efek lainnya, pakan ternak dari buangan limbah penggilingan padi juga laku, usaha hilir dari daging sapi juga makin bergairah. Dan tentunya uangnya nggak bocor begitu besar untuk hanya ingin “menurunkan harga daging” dengan membeli daging luar negeri dengan metode import.
Ketika harga daging sapi turun karena import yang merajalela, saya masih inget di desa saya rang orang ogah memelihara sapi, industri kulit kelimpungan mencari bahan baku, dan uang begitu besarnya langusng terkirim dan masuk ke kantong para importer yang hanya segelintir dan masuk juga ke peternak asing yang ada di Australia dan amerika. Untuk mengajak mereka memelihara sapi lagi perlu waktu yang nggak bisa cepat.
Beda jika para penikmat daging sapi ini mau bersabar sebentar untuk menikmati harga daging yang wajar. Harga daging yang wajar sebenarnya akan mengikuti hokum pasar. Ketika harganya tinggi, maka para penyedia akan berlomba lomba memelihara sapi  dan memberi pasokan . Ketika semua tertarik dan pasokan melimpah, maka harga akan turun, sampai harganya setimbang lagi.

Toh, kalaupun harganya melambung saat ini, uangnya akan berputar di dalam negeri, dinikmati oleh saudara setanah air, dan tak masuk ke kantong kantong importer dan peternak asing. Dan daging sapi bukanlah makanan pokok, ketika harganya sudah tak wajar, tak akan mengganggu ketahanan pangan kita. Bila sudah tak wajar dan selangit, maka penikmatnya akan beralih, dan permintaan akan menurun sehingga harganya pun akan ikut turun.

Masdhenk[saat hujan di magetan]

Anas Urbaningrum Akhirnya Dipecat secara halus?


hmmm...
saya termasuk bukan seorang pengamat pulitik. saya lebih enjoy menikmati berita ekonomi dan berita ringan lainnya. tetapi kali ini, saya kok agak terusik dengan 8 poin solusi penyelamatan Demokrat oleh SBY. salah satunya adalah memberikan waktu bagi anas untuk konsentrasi pada msalah yang dihadapinya dengan KPK.
dus, apakah dengan kata kata halus ini berarti Anas dipecat dari Ketum Demokrat?..

Saran saya, anas lebih baik lompat pagar aja, toh setelah ini demokrat tinggal artefak, bila terus menggunakan politik figur untuk mendongkrak perolehan pemilihnya.

eniwe, ada yang bisa jawab apa enggak? Anas di pecat dari demokrat?

Sunday, 3 February 2013

Ternyata, kaum miskin lah yang banyak memberi subsidi pada kaum kaya



Ternyata, kaum miskin lah yang banyak memberi subsidi pada kaum kaya

Anda pasti tak percaya dengan judul tulisan  diatas… masa yang miskin yang murah hati??.. Nggak percaya ya sudahlah.. tapi tunggu dulu.. Sebetulnya saya malah ingin mengambil judul “ Yang Miskin yang Mensubsidi”. Ya faktanya adalah yang miskin sebenarnya yang memberi subsidi kepada para orang kaya yang ada di negeri ini. Bahkan di dunia ini.

Betapa tidak.. Semua yang mahal mahal dibeli dan disiapkan hanya untuk kaum miskin. Sedangkan yang katanya murah didesain untuk kaum kaya. Dan itu lumrahnya di dunia kapitalis saat ini.
Saat anda ingin beli rumah saja, bila anda kaya… cukup bayar cash dengan harga 500 juta per unit, selesai, serah terima kunci dan beres… Tapi buat anda yang miskin…. Hmmm tunggu dulu. Maksud saya bukan miskin, tetapi “tak mampu membayar uang saat itu juga atau tak mampu bayar cash”. Tenang, anda dapat memiliki rumah idaman yang dijual kepada orang kaya dengan harga 500 juta cash dengan harga “cukup” angsuran 45 juta per bulan… yah jatuhnya “hanya” 540 juta, cukup murah khan?. Itu bila anda “mampu dan cukup kaya untuk membayar selama setahun. Bila anda tak mampu bayar setahun dan hanya mampu bayar selama 15 tahun, yah anda cukup membayar sekitar Rp. 8.400.000.000 atau 8.4 MILYARD SAJA! Klo masih miskin juga, cukup anda bayar tiap bulan sebesar  47 juta SAJA selama 15  tahun, atau seumur anak anda lulus SMP.

BIla anda beli pulsa telepon selular anda, bila anda tak miskin, tapi kaya, silahkan beli harga 100 ribu, dan anda hanya bayar seharga 97 ribu saja. Tetapi bila anda cukup miskin, anda bisa membeli pecahan kecil seharga  10 ribu dengan harga 12 ribu. Artinya bila anda ingin menggunakan pulsa sebesar 100 ribu, anda yang miskin tentunya… harus mengeluarkan uang sebesar 12 ribu  x 10  ) karena pecahan 10 ribuan dihargai 12 ribu) = 120 ribu. Anda yang miskin harus membayar uang lebih sebesar 20 ribu untuk mendapatkan pelayanan yang sama yaitu mendapatkan pulsa 100 ribu daripada orang kaya yang hanya membayar 97 ribu saja!

Lha, kok nggak adil begitu??? Iya, inilah dunia… dimana semua akan lebih murah bila dibayar dengan cash, dan yang memiliki cash di depan adalah para orang kaya.  Tapi anda bisa mengakalinya dengan membuat komunitas orang miskin yang menjadi kaya, yaitu mbok ya klo mau beli sesuatu itu mending cash saja, terus ditanggung bareng bareng ma temen. Lebih murah jatuhnya.

Contohnya pulsa tadi, bila anda yang awalnya mau beli pulsa pecahan 10 ribuan, kemudian bisa mengajak 9  temennya untuk bareng bareng beli pulsa pecahan 100 ribu dan kemudian dibagi ber sepuluh, maka jatuhnya anda hanya mengeluarkan uang Rp. 97 ribu  dibagi 10 = 9700 rupiah.. Bandingkan bila anda yang bersikeras ingin menjadi individual dan berlagak mandiri dan nggak mau ber”syirkah” dengan temen anda, maka anda harus mengeluarkan uang rp. 12 ribu untuk pulsa pecahan 10 ribu, dan anda harus merogoh uang lebih dalam lagi ketika ternyata pecahan pulsa anda harus lebih dari 10 ribu.

Apakah anda sudah menjadi kaya, kisanak?

Friday, 25 January 2013

Tertipu VGMC dan ECMC dengan skema ponzinya?


Saya terharu, kaget, terperangah sekaligus prihatin ketika mmebaca keluhan keluhan "korban" ECMC, dan saat ini ada lagi VGMC. terharu karena ada yang mengaku sudah menggadaikan segalanya demi untuk mendapatkan apa itu yang dinamakan deviden. Bahkan yang membuat saya terharu ada yang dengan polosnya bertanya "browser itu apa pak?", padahal skema pembagian deviden dalam bisnis yang mereka tekuni menggunakan perangkat IT.

 Semua itu berangkat dari ketamakan. ya Tamak dan keinginan cepat kaya, instant, gampang percaya dan gelap mata. Tak sedikit kalangan yang katanya "terpelajar", bahkan dosen, anggota Dewan dan pejabat yang harus gigit jari karena gelap mata tatkala uang yang mereka tanam ternyata mandeg, deviden tak bisa dinikmati lagi dengan alasan server error, di hack, pengalihan kepemilikan usaha dsb.

 Model bisnis investasi bohongan, bisnis investasi odong odong dan abal abal ini sebenarnya gampang banget ditelisik. cari saja legalitasnya di bapepam, kalo nggak ada , anda sebagai calon investor tak akan dilindungi oleh regulator. Jika terjadi apa apa, anda tanggung sendiri. dan ini yang terjadi di bisnis yang telah makan korban banyak, seperti Qsar, Koperasi langit Biru, ECMC, VGMC yang terbaru dan pasti akan ada banyak lagi.

 Selain legalitasnya, jangan tergiur oleh return/keuntungan yang besar yang diiming imingkan sebuah investasi. hal yang menjadi aneh ketika semua bank di negeri ini hanya memberikan bunga deposito di kisaran 4% tetapi anda ditawari bisnis yang "tak pernah rugi, setiap bulan memberikan keuntungan 10% fixed, dan belum lagi bonus bonus lainnnya. Logika yang dapat ditarik adalah ; ' Kenapa mereka repot repot menawari anda bunga 10% per bulan, padahal mereka/pengajak anda/pemilik investasi tadi bisa mendapatkan bunga yang lebih kecil di bank manapun di negeri ini?". gampangnya bicara, kenapa mereka harus membayar bunga 10% per bulan kepada anda ( dalam bentuk deviden), tatkala disaat yang sama semua bank di negeri ini hanya mematok bunga tak lebih dari 2% per bulan jika mereka pinjam di bank??

 "Lho, kan bisnis ini sudah diikuti oleh orang orang pinter, para pejabat dan terbukti membayar kok!'. Kata kata ajaib ini adalah kata kata paling halsu dan sopan yang diberikan oleh para investor "cerdas" di bisnis odong odong semacam VGMC dan ECMC, Qsar dsb. dan jawabannya adalah semua bisnis ponzi/money game pasti memebrikan pembayaran di awala awal. ketika piramida bisnisnya sudah tak kuat lagi berkembang, maka akan runtuh dan terjadi rush.

Terkadang rush ini ditutupi dengan istilah "restruksturisasi menajemen, perubahan kebijakan, server hang, dll", hanya untuk menunda pembayaran, padahal sebenarnya memang sudah tak ada lagi yang bisa dibayarkan, tatkala tak ada lagi anggota baru yang bisa direkrut dan membayar investasi. Dan yang membuat miris, para investor "cerdas' ini terbuai angan angan, ketika deviden udah dibayarkan tepat waktu dalam jangka waktu tertentu, mereka lupa bahwa sebenarnya uang yang mereka tanam tetep belum diambil. Toh deviden yang mereka dapatkan adalah uang mereka sendiri, cuma 10% dari uang yang mereka tanam. Mereka tetap tenang dan terus melebarkan sayapnya , mencari "investor-investor baru", seraya melihat bahwa uang mereka aman, ada di akun rekening mereka. Toh aman aman saja.

 Dan yang membuat saya jengah adalah, bisnis ini enjadi semacam agama baru bagi para pengikutnya. Lihat saja di semua blog dan ulasan tentang VGMC yang menuliskan hal real tentang bisnis ini, akan diserang dan di bully habis habisan di awal awalnya. tapi bila anda sempat membaca sampai akhir, akhirnya semua pembully dan pengikut agama baru money game itu diam, karena mungkin sudah galau, dikejar banyak debt collector atau malu dengan downline mereka/anggota mereka.

 Apakah mereka tak belajar dari hal yang sama pada bisnis sejenis? Sejarah mencatat bahwa hanya orang orang yang tamak yang menajdi korban money game ini.

Bila anda berkenan, anda bisa melihat bagaimana "buasnya' para penganut agama money game VGMC , ECMC ini menyerang penentangnya di internet. Dan kemudian terdiam karena memang tertipu pada akhirnya. Anda bisa lihat di sini : http://2eyes2ears.blogspot.com/2012/06/virgin-gold-mines-corporation-segera.html dan juga di sini : http://ajarilah.wordpress.com/tag/penipuan-vgmc/

 Kisanak semua, kiranya nasi sudah menjadi bubur, ada baiknya petinggi dan upline anda semua dicekoki dengan bubur tadi. apakah anda telah makan bubur pagi ini, kisanak??

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...